Home Hukum Karena Pernyataan Kapolri, KPK Kembali Didorong Usut Kasus Dugaan Korupsi Ahok

Karena Pernyataan Kapolri, KPK Kembali Didorong Usut Kasus Dugaan Korupsi Ahok

Publik-News.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kembali peluang untuk mengusut kasus korupsi dugaan korupsi pembelian lahan RS Sumber Waras yang diduga melibatkan Gubernur DKI non-aktif Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

Menurut pemnagat hukum, Martimus Amin, KPK bergerak kembali karena ketersinggungan atas pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Di hadapan jutaan umat Islam pada aksi 212 Jumat lalu, Tito menjelaskan Ahok tersangka setelah kasus penistaan agama ditangani Polri.

Berbeda dengan KPK yang sudah beberapa kali memerika Gubernur DKI Jakarta nonaktif yang akrab disapa Ahok itu tapi tak kunjung ditetapkan sebagai tersangka.

“Itu mungkin ketersinggungan atas statement Kapolri. Jadi timbul gengsi antarlembaga,” kata Martimus Amin.

Dia mengingatkan, KPK seharusnya menindaklanjuti pengusutan kasus pembelian lahan seluas 3,6 hektar senilai Rp 755,7 miliar tersebut. “KPK sudah harus menyelidik kasus Ahok. Karena kasus Sumber Waras ini sudah jelas (korupsinya). Jadi bukan karena adu gengsi-gengsian,” tegasnya.

Dia tidak yakin KPK membuka peluang menyelidiki kasus tersebut bukan karena adanya temuan BPK. Karena KPK sebelumnya justru menolak temuan BPK bahwa ada kerugian negara dalam proyek tersebut.

“Bahkan (KPK) menjadi pengacara Ahok, dengan menganulir hasil audit BPK dan menyatakan Ahok tidak bersalah karena tidak mempunyai niat jahat,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua KPK Agus Rahardjo sebelumnya menyatakan Kapolri sudah meminta atas pernyataannya tersebut. “Tadi Pak Kapolri sudah minta maaf sama saya mengenai statement itu. Sudah itu saja,” kata Agus. (Taufik)

Comment