Kata Hati Putra Papua

Kata Hati Putra Papua

SHARE
http://images.indonesiasatu.co/userfiles/thumbs/large/Papua_Bawa_Bendera.jpg

Oleh John Kogoya

 

Saya menyampaikan pemikiran saya ini karena saya miris dengan beberapa orang di Papua ini yang masih belum memahami tentang INDAHNYA KEBERSAMAAN DAN KEBERAGAMAN. Padahal ada yang menyebutkan bahwa PAPUA dan PAPUA BARAT ini merupakan Miniatur dari INDONESIA yang mana semua suku dan agama yang ada di negara ini ada di sini.

Perlu kiranya kita bangga terhadap dunia bahwa negara kita adalah negara satu-satunya di dunia yang berpenduduk dengan beribu-ribu suku dan beraneka ragam agama hidup berdampingan dan saling menjunjung tinggi toleransi.

Sebagaimana dengan kehidupan saya di PAPUA. Saya tidak bisa memaksa siapapun harus sependapat dengan saya. Silakan masing-masing berjalan sesuai dgn pendapat dan pikirannya. Tapi saya hanya mau menyampaikan alasan kenapa Saya sebagai OAP (Orang Asli Papua) memilih setia kepada NKRI, terserah sebagian kecil OAP menganggap saya pengkhianat. Tapi ini beberapa alasan saya yang sangat mendasar:

  1. Sejak saya dilahirkan ke Bumi tidak pernah merasa terjajah oleh siapapun. Kebetulan saya lahir bukan masa penjajahan Belanda maupun Jepang. Saya bebas kemana saja di seluruh pelosok Indonesia tanpa gangguan apapun.
  2. Saya tidak pernah diperlakukan diskriminatif oleh saudara-saudara saya suku manapun. Bahkan saya melihat banyak saudara OAP yang menikah dengan suku lain selain Papua.
  3. Tidak ada satupun hak yang dimiliki oleh WNI lain selain Papua yang tidak dimiliki oleh OAP dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebaliknya, banyak hak khusus yang dimiliki OAP yang tidak dimiliki oleh WNI lain. Saya sudah jalan ke hampir seluruh wilayah Republik Indonesia. Di sana orang Papua tidak disebut pendatang. Tapi di Papua ada istilah pendatang dan Pribumi.
  4. Di Papua saya melihat jarang sekali OAP yang punya kios, jarang yang bisa bertani secara modern atau menjadi nelayan besar, menjadi tukang seperti saudara-saudara saya WNI yang lain. Artinya kalau Papua pisah dari NKRI maka Papua akan mundur dua abad ke belakang. Kelas Papua hanya kelas jual pinang. Karena itu saya mau mendorong saudara-saudara saya Papua agar mau belajar yang baik, bekerja keras sehingga seluruh OAP dapat mencapai taraf hidup yang lebih baik.
  5. Saya sudah pernah jalan-jalan ke beberapa negara tetangga wilayah Melanesia. Saya belum pernah menemukan negara manapun di wilayah Melanesia yang lebih maju dan lebih sejahtera dari pada Papua. Bahkan hampir seluruh kebutuhan dasar warga PNG dipasok dari Papua. Karena saudara kita di Melanesia sana dikuasai oleh orang asing.
  6. Demikian pula hampir-hampir seluruh kebutuhan dasar Papua dikirim dari provinsi lain. Sehingga kalau Papua pisah dari NKRI maka seluruh kebutuhan pokok Papua akan diekspor dari luar. Betapa menderitanya Papua kalau itu terjadi. Apalagi kalau kita diembargo.
  7. Pakta sejarah membuktikan bahwa Papua tidak pernah berdiri sendiri dalam suatu pemerintahan sendiri. Tidak pernah ada kerajaan Papua. Tapi hanya kelicikan penjajah Belandalah yang membayar sekelompok pengkhianat diberikan Bendera Bintang Kejora dan lagu “Hai Tanahku Papua” yang dianggap sebagai lagu kebangsaan. Semua simbol-simbol negara boneka tersebut murni buatan dan ciptaan Belanda. Bukan karya, buatan atau ciptaan anak Papua sendiri. Jadi dimanakah kebanggaan dan kehormatan Papua?
  8. NKRI selalu dituduh melakukan pelanggaran HAM dan genosida terhadap orang Papua. Tapi kenyataannya sejak dahulu nenek moyang kita OAP hingga zaman modern sekarang selalu perang suku. Hanya karena persoalan kecil, kita saling bunuh dan saling makan sesama saudara. Entah sudah berapa ribu jatuh korban karena perang suku. Justru NKRI lah melalui aparat keamanannya berusaha mendamaikan kita dan mengajarkan peradaban.
  9. Di dalam hukum dan pemerintahan orang Papua tidak dibedakan dengan suku lain. Banyak OAP yang jadi menteri, banyak yang jadi jenderal, bahkan seluruh gubernur dan bupati/walikota di Papua semuanya OAP. Saya optimis bahwa suatu saat Presiden RI adalah OAP apabila kita mau belajar keras mengisi kemampuan dan wawasan kita.
  10. Saya sangat cinta dan bangga kepada Papua. Tetapi saya lebih bangga sebagai bagian dari NKRI. Karena apabila saya hanya menjadi Papua maka saya sangat kerdil. Tetapi apabila saya NKRI, saya kaya. Saya bisa ke Pulau Jawa, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Sumatera, dll. Dan saya punya saudara ribuan suku serta bermacam-macam agama di Indonesia. Karena NKRi dibentuk bukan atas dasar Ras, agama, Suku bangsa dll. Tapi NKRI dibentuk atas dasar Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tetapi tetap satu).

SALAM PERSATUAN DARI JOHN KOGOYA. [papuanews.id]

SHARE
Comment