Kata MUI, Kelompok Saracen Melanggar Syariah

Kata MUI, Kelompok Saracen Melanggar Syariah

SHARE

Publik-News.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyayangkan akan adanya kelompok penyebar ujaran kebencian Seracen. Wakil Ketua MUI, Zainut Tauhid Sa’adi menyebut penyebar ujaran kebencian tidah hanya melanggar undang-undang, tetapi juga melanggar syariah.

“Hal tersebut sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 24 tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui media sosial,” ujar Zainut, Senin (28/8/2017).

Dalam fatwa itu, disebutkan setiap orang ketika bermuamalah di media sosial diharamkan melakukan gibah (membicarakan keburukan atau aib orang lain), fitnah, namimah (adu domba), dan penyebaran permusuhan.

MUI juga mengharamkan melakukan aksi bullying, ujaran kebencian, serta permusuhan atas dasar suku, agama, ras atau antargolongan. Selain itu, MUI mengharamkan menyebarkan berita  hoax sekalipun tujuannya baik, apalagi buruk.

“MUI juga melarang kegiatan memproduksi, menyebarkan dan/atau membuat dapat diaksesnya konten maupun informasi yang tidak benar kepada masyarakat,” ungkap anggota DPR RI dari Fraksi PPP itu

Ia meminta pihak kepolisian memberikan hukuman yang berat terhadap kelompok Saracen yang saat ini sudah ada 3 orang yang ditetapkan tersangka.

“MUI meminta para pelaku dan penyandang dana diberikan hukuman yang berat untuk memberikan efek jera kepada mereka,” tegasnya. (Fq)

 

 

SHARE
Comment