Home Politik Kebohongan Jokowi Bangun Sekolah di Rakhine Terbongkar

Kebohongan Jokowi Bangun Sekolah di Rakhine Terbongkar

Publik-News.com – Presiden Jokowi menyatakan telah memberikan bantuan obat-obatan dan membangun sekolah terhadap etnis Rohingya di Rakhine di bulan Januari dan Februari 

Namun, hal itu dibantah oleh Azzam Mujahid Izzulhaq. Melalui akun facebooknya, ia menjelaskan jika sekolah yang diresmikan pada Januari 2017 itu terletak di Desa La Ma Chae dan Desa Thet Kay Pyia Ywar Ma.

“Sekolah-sekolah ini dibangun dari hasil sumbangan kemanusiaan masyarakat Indonesia yg dikoordinasi oleh Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU), salah satu anggota Aliansi Lembaga Kemanusiaan Indonesia (ALKI) yg aktif memberikan bantuan kemanusiaan di Myanmar,”ujarnya yang dilihat Publik-News.com dari akun facebooknya, Senin (4/9/2017).

Selain itu, ia juga menyoroti klaim pemerintah membangun rumah sakit di Rakhine. Menurutnya, jika  hanya klaim dari program Medical Emergency and Resque Commitee (MERC) yang juga dananya dari masyarakat Indonesia. Ya, sama saja

“Setidaknya, dengan transparansi ini, pemerintah jadi tidak mudah klaim sana sini,”ujarnya.

Hal lainnya yang diklaim pemerintah, kata dia, 1.000 ton beras bantuan untuk Somalia Juni 2017. Padahal, 1.000 ton beras untuk rakyat Somalia ini hasil sumbangan kemanusiaan masyarakat melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT).

“Dengan seperti ini sebetulnya sekali lagi, kita tidak perlu meminta dan mengiba pemerintah untuk kemudian peduli kepada tragedi kemanusiaan yg terjadi. Kita mampu. Kita bisa tanpa mereka,”jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengklaim telah memberikan bantuan obat-obatan dan membangun sekolah untuk etnis Rohingnya.

“Untuk penanganan kemanusiaan dan bantuan tersebut, pemerintah telah mengirim bantuan makanan dan obat-obatan, di bulan Januari dan Februari sebanyak 10 kontainer juga telah membangun sekolah di Rakhine State dan juga segera akan membangun rumah sakit yang dimulai Oktober yang akan datang di Rakhine State,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Minggu (3/9/2017).

 

 

 

 

 

Comment