Kementerian PUPR dan Korsel Bangun Kerjasama Manajemen Keselamatan Fasilitas Publik

Kementerian PUPR dan Korsel Bangun Kerjasama Manajemen Keselamatan Fasilitas Publik

SHARE

Publik-News.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR) mempererat kerjasama dengan Pemerintah Korea Selatan (Korsel) melalui Ministry of Land, Infrastructure, and Transport of The Republic of Korea (MOLIT) atau Kementerian Tanah, Infrastruktur dan Transportasi Korsel di Korsel melalui 2nd Annual Meeting.

Kerjasama Indonesia dengan MOLIT dimulai sejak diadakan forum yang dilakukan pada 2014, sebagai kelanjutan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian PUPR dengan Korea International Cooperation Agency (KOICA) dalam proyek Manajemen Keselamatan Infrastruktur Indonesia dan Korea Infrastructure Safety & Technology Corporation (KISTEC) sebagai konsultan pelaksana.

“Kita belajar pemanfaatan teknologi, pengembangan SDM, supaya bisa memelihara bangunan, jembatan, bendungan. Kita juga harus belajar tentang kedisiplinan orang Kosel, bagaimana mereka dari merencanakan, membangun, dan juga memelihara fasilitas umum sebagai satu kesatuan,” kata Sesditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Panani Kesai.

Pada rapat kedua ini, menjadi inisiasi awal rencana kerjasama atas manajemen keselamatan untuk fasilitas publik pada sektor bangunan gedung dan bangunan air serta memperpanjang kerjasama di bidang jalan jembatan dengan proyek yang baru. Beberapa agenda lain yang dibahas yaitu, diskusi kebijakan keamanan pengelolaan infrastruktur di Korea, rencana kerjasama perusahaan Korea dan Indonesia untuk inspeksi dan pengelolaan peralatan dan teknologi, rencana kerjasama dalam proyek selanjutnya untuk sektor gedung air dan gedung bangunan, dan komunikasi awal rencana kerjasama terkait detail TOR dan anggaran.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Sesditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR didampingi Risma Putra Pratama Sastrawiria sebagai Penelaah Standar dan Pedoman, Pusjatan, dan Dery Indonesia Kepala Bid. Standardisasi dan Kerjasama, Puslitbang Air, serta perwakilan masing-masing pusat pengembangan.

Pada kerja sama pertama 2014 lalu telah berghasil merumuskan manajemen keselamatan yang tertuang dalam buku manual “Pemeliharaan Jembatan Panjang”, selain itu telah dilakukan berbagai training kepada pegawai Kementerian PUPR perihal Safety Management. Dari kerja sama itu pula, Ditjen Bina Konstruksi menerima 15 item peralatan inspeksi jembatan dari Pemerintah Korea melalui KOICA-Kistec dan dilakukan pilot project inspeksi jembatan pada Jembatan Fizabililah, Batam pada 2016.

Sementara itu, Lee Jung Ki Director Construction Safety Division menyambut baik delegasi Kementerian PUPR untuk mempererat persahabatan antara kedua negara. Dia juga berharap dengan permuan ini akan menjadikan pedoman dalam membuat kebijakan dan sistem yang lebih aman untuk fasilitas publik.

Delegasi Indonesia berkesempatan berkunjung ke Incheon Grand Bridge, Han River Flood Control Centre dan Lotte Tower, serta mengunjungi KISTEC (special bridge centre and FMS). (Men)

Comment