Kemeriahan Sidang “Itsbat Nikah” 200 Pasutri WNI di Sabah KJRI Kota Kinabalu

Kemeriahan Sidang “Itsbat Nikah” 200 Pasutri WNI di Sabah KJRI Kota Kinabalu

SHARE

Publik-News.com – Konsul Jenderal Republik Indonesia telah meresmikan kegiatan sidang Itsbat nikah bagi pasangan suami isteri muslim WNI di Sabah. Acara peresmian bertempat di Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu Sabah, dihadiri oleh Pejabat Mahkamah Agung RI, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama DKI, Kepala Pengadilan Agama Jakarta Pusat, Pejabat Direktorat PWNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, Jabatan Pendaftaran Negara Negeri Sabah, Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Negeri Sabah, Staf KJRI Kota Kinabalu, Kepala dan Guru Sekolah Indonesia Kota Kinabalu dan masyarakat.

Kegiatan sidang Itsbat nikah bagi 200 pasangan suami isteri WNI di Sabah dilaksanakan pada tanggal 17 – 19 Oktober 2016 oleh Pengadilan Agama Jakarta Pusat yang dipimpin langsung oleh Kepala PA Jakpus, Drs. H. Moch Sukri SH. MH. Balai Budaya KJRI Kota Kinabalu telah diubah menjadi ruang sidang bagi majelis hakim dan peserta sidang.

Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Akhmad DH Irfan dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan istbath nikah yang difasilitasi oleh KJRI Kota Kinabalu merupakan salah satu upaya dalam rangka memberikan perlindungan dan kepastian hukum terhadap pasangan suami isteri dan status anak-anak hasil perkawinan tersebut.

Disamping merupakan amanat konstitusi Pembukaan UUD 1945 dan juga mendukung agenda utama Pemerintah untuk hadir melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada WNI. Pelaksanaan Itsbat Nikah ini merupakan yang kelima kalinya diselenggarakan oleh KJRI Kota Kinabalu sejak tahun 2011. Umumnya peserta sidang itsbat nikah adalah TKI yang bekerja di perkebunan sawit dan jaraknya dari Kota Kinabalu mencapai ratusan kilometer.

Salah seorang pasangan yang mendaftar di KJRI Kota Kinabalu, Sdr.Rahmat Rebi (44 thn) dan Ida Ambotang (40 thn), keduanya berasal dari Bone Sulawesi Selatan dan bekerja di perkebunan sawit Sapagaya Kinabatangan menyatakan rasa gembiranya bisa mengikuti sidang itsbat nikah meskipun terlihat letih setelah menempuh perjalanan darat 8 jam.

“Saya sangat gembira karena pernikahan yang saya dan suami lakukan pada tahun 1996 di tempat bekerja dan status anak-anak saya (4 orang) menjadi lebih jelas,” demikian kata Ida Ambotang dengan diiringi senyum tak lepas dari suaminya Rahmat Rebi.

Pengadilan Agama Jakarta Pusat dalam sidang itsbat telah menetapkan pernikahan pasangan ini sah sesuai dengan ketentuan agama dan tercatat oleh Pemerintah.

Suasana kantor KJRI Kota Kinabalu sejak pagi diramaikan oleh ratusan warga yang mendaftar itsbat nikah, termasuk anak-anak yang ikut bersama orang tuanya. Menurut Ketua Satgas Perlindungan WNI/Koordinator Fungsi Konsuler KJRI Kota Kinabalu, Hadi Syarifuddin Timnya telah membagi 200 peserta sidang itsbat menjadi 3 grup yang masing-masing sekitar 65 pasangan selama 3 hari.

Untuk hari pertama Senin, 17 Oktober 2016 sebanyak 61 pasangan yang mengikuti Itsbat Nikah, dan kebanyakannya berasal dari perkebunan-perkebunan sawit yang lokasinya sekitar 6-8 jam dari Kota Kinabalu.

Kegiatan sidang itsbat ini mendapat perhatian dari Media cetak dan elektronik setempat di Sabah dimana mereka turut meliput pembukaan kegiatan Itsbat Nikah yang diselenggarakan KJRI Kota Kinabalu.

Sabah adalah sebuah negeri dibawah Federasi Malaysia. Jumlah WNI di Sabah berjumlah 500 ribuan dan pada umumnya adalah pekerja ladang sawit. Para pekerja ini kemudian banyak yang membentuk keluarga namun perkawinannya tidak tercatat dan hanya perkawinan kampung/siri saja.

SHARE
Comment