Kesaksian Ketua RT, Pahinggar Gantung Diri Karena Persoalan SMS Gelap

Kesaksian Ketua RT, Pahinggar Gantung Diri Karena Persoalan SMS Gelap

SHARE

Publik-News.com – Ketua RT, M Sidik (59), mencertikan awal mula Pahinggar Indrawan alias Indra melakukan aksi gantung diri yang disiarkan di akun Facebook.

Menurut Sidik, Indra dan istirnya mendatangi rumahnya sekitar Pukul 04.00 WIB, Jumat (17/3). Sidik mengaku istri Indra datang dalam keadaan menangis.

“Indra ke rumah saya kurang-lebih pukul 04.00 WIB, sudah saya damaikan. Mereka ketok-ketok pagar, si istri juga menangis. Sebetulnya sudah saya selesaikan sebisa saya, saya bilang biasalah di rumah tangga,” ujar Sidik di kediamannya, RT 08 RW 05 Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (18/3).

Sidik menduga Indra dan istrinya terlibat malasah karena menyangkut persoalan percakapan atau chatting dari ponsel mereka. Sidik mengaku mencoba untuk melerainya. Indar dan istrinya kemudian pulang dari rumah Sidik sekitar pukul 06.00 WIB

“Jadi saling curiga dari chatting-chatting-an, itu menurut mereka, tapi mungkin ada yang lebih dari itu. Saya sebisa mungkin mendamaikan. Saya sarankan, kalau ada masalah, jangan berurusan dengan aparat. Lalu, Indra pulang sekitar pukul 06.00 WIB dan disusul istri. Ya mungkin Indra beli sarapan atau mau ke mana dulu,” terang Indra.

Sidik mengaku lega ketika mereka sudah bisa pulang ke rumahnya. Dianggapnya, permasalahan di antara mereka sudah selesai. Namun, ia kaget ketika Indra ditemukan tewas dalam kondisi gantung diri.

“Sepulang Jumatan lebih sedikit, saya dikabari anak ketiganya, firasat saya sudah nggak ada umur. Saya panik, cuma nggak berani apa-apa. Saya balik ke rumah, saya cerita dengan istri. Jadinya, istri panggil dokter puskesmas untuk memastikan apakah Indra sudah meninggal dan saya lapor polisi. Istri dan 4 anak Indra juga ada di lokasi dan nangis,” ujar Sidik.

Tak berselang lama, polisi akhirnya mengulah TKP pada pukul 14.00 WIB. Sementara jenazah Indra akhirnya dibawa ke ke RS Fatmawati sekitar pukul 15.30 WIB.

“Nggak lama setelah saya lapor, polisi datang, kayak olah TKP dan lain-lain. Setelah selesai, ambulans siap, kalau nggak salah saat azan asar jenazah dibawa ke RS Fatmawati,” jelas Sidik.(Fq)

 

SHARE
Comment