Home Regional Kesaksian Pegawai Kelurahan Arjuna Cicendo Terhadap Pelaku Bom Panci

Kesaksian Pegawai Kelurahan Arjuna Cicendo Terhadap Pelaku Bom Panci

Publik-News.com – Sejumlah pegawai Kelurahan Arjuna Kecamatan Cicendo Kotamadya Bandung sedang sibuk melakukan aktivitas. Hajjah Maisaroh (52), Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial kelurahan setempat bersama semua orang di lokasi tersebut sempat syok karena pelaku masuk ke kantor kelurahan.

“Sekitar jam 09.00 WIB, kami sedang melakukan pelayanan masyarakat di kelurahan.Tiba-tiba di luar terdengar ribut-ribut, Linmas kelihatan sedang menjaga satu orang laki-laki. Orang itu lalu masuk ke kantor kelurahan,” kata Maisaroh seperti di lansir Antara, Senin (27/2/2017).

Dia mengatakan orang tersebut mengacungkan belati sambil berteriak-teriak dalam bahasa Indonesia “mana yang pimpinan kantor.”

“Kami, delapan pegawai dan masyarakat, langsung sembunyi ke bawah meja. Orang itu berteriak-teriak terus. Dia bawa ransel,” kata Maisaroh yang mengaku syok dengan kejadian itu.

“Dua puluh menit kami sembunyi dan dia terus teriak-teriak. Sekitar 20 menit, kami berani-kan diri keluar gedung dengan meloncati meja konter berkaca setinggi 1,5 meter. Alhamdullilah, pertolongan Tuhan, semua bisa loncat padahal semua perempuan sebaya saya,” kata Maisaroh.

Seorang pegawai kemudian mengunci pintu utama agar pelaku tidak keluar gedung.

“Pelaku lalu naik ke lantai dua gedung kelurahan. Dia mulai bakar-bakar, mecahin kaca jendela lantai dua dan lempar-lempar kursi, sound system, komputer,” kata Maisaroh yang selanjutnya berkonsentrasi menenangkan diri.

Informasi yang dia dapat, polisi datang dan mencoba mengajak bicara pelaku namun polisi hanya bisa sampai beberapa anak tangga pertama.

“Selanjutnya terdengar tembakan-tembakan sampai pelaku tewas di lantai dasar,” kata Maisaroh.

Menurut dia, peralatan kantor kelurahan Arjuna banyak yang rusak akibat kejadian tersebut.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Anton Charliyan mengatakan, pelaku sempat menuntut pembebasan tahanan Densus 88. Namun, Anton mengaku tidak tahu siapa nama anggota Densus 88 tersebut.

“Pelaku tuntut ingin membebaskan tahanan Densus 88. Tapi siapa tahanan yang dimaksud kami belum tahu,” kata Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan, Senin (27/2/2017).

Menurut Anton, pelaku terpaksa ditembak karena dia membakar kantor kelurahan. Anton khawatir api yang membakar kantor kelurahan itu merembet ke bangunan lain.

“Kami belum tahu (keadaan pelaku), masih dalam keadaan menelungkup. Kami perintahkan agar pelaku bisa ditangkap hidup-hidup. Pelaku dibawa ke rumah sakit,” katanya

Saat ini pelaku sudah tewas dan janazahnya sedang menjalani otopsi di ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Bandung, Jawa Barat.

 

Comment