Home Sosial Ketua DPR Kembali Soroti Sebelas Provinsi Yang Mengalami Kekeringan Air

Ketua DPR Kembali Soroti Sebelas Provinsi Yang Mengalami Kekeringan Air

14

Publik-News.com – Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ada 4.053 desa di 111 kabupaten/kota dalam 11 provinsi Indonesia yang selalu mengalami kekeringan setiap tahunnya saat musim kemarau.

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mendorong BNPB, BPBD dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera melakukan langkah antisipatif dalam menghadapi masalah kekeringan tersebut.

“Seperti memberikan suplai air bersih secara gratis, pengadaan tandon air, maupun bantuan lainnya,’ ujar Bamsoet — panggilan akrab Bambang Soesatyo, Jumat (14/9/2018).

Selain itu, Bamsoet juga mendorong Komisi II DPR dan Komisi V DPR meminta Pemda bersama BNPB dan BPBD untuk berkomitmen melakukan upaya-upaya guna menanggulangi bencana kekeringan yang selalu melanda disetiap tahunnya.  Dia juga Mendorong Komisi II DPR, Komisi V DPR, Komisi VII DPR, dan Komisi VIII DPR meminta Pemda, BPBD, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk melakukan kajian dan inovasi dalam menyelesaikan masalah kekeringan dengan memperhatikan letak geografis di daerahnya.

“Seperti membangun embung atau dam, mengatasi masalah pendangkalan waduk, dan memperbaiki sistem saluran air, sehingga masyarakat tidak mengalami bencana kekeringan saat musim kemarau tiba, serta mencari solusi dengan melakukan penelitian dan pengkajian untuk menjadikan air laut menjadi air tawar, guna mengatasi permasalahan kekeringan tersebut,”tukas Bamsoet;

Tak sampai di situ, Bamsoet juga mendorong Komisi IV DPR meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk melakukan reboisasi (penghijauan kembali) hutan sebagai solusi dan langkah antisipatif dalam menghadapi permasalahan tanah puso dan kekeringan di setiap daerah.

“Mendorong Komisi IV DPR meminta Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemda untuk memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada petani mengenai lahan yang dimiliki, sehingga petani dapat menanam jenis tanaman sesuai dengan kondisi lahan yang ada, seperti dengan memperkenalkan padi gogo kepada para petani sebagai alternatif padi yang lebih tahan terhadap kekeringan, serta mempersiapkan alat pompa di lahan-lahan yang masih memiliki potensi air, sehingga tidak menghambat hasil produksi pangan;

Bamsoet juga mendorong Komisi II DPR meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Pemerintah Daerah (Pemda) untuk membuat kebijakan permanen dalam mengatasi kekeringan secara berkelanjutan serta perlunya sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan, merawat sumber air, dan hemat air saat musim kemarau sebagai langkah dalam mencegah terjadinya kekeringan.

“Mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan melakukan penghijauan dan tidak melakukan konversi lahan terutama di daerah hulu, membuat sumur resapan, dan tidak boros dalam menggunakan air, guna menjaga kelestarian air,” tukas dia. (PN)

Comment