Home Politik Ketua MPR, Kapolri, Menpora dan Gubernur NTB Akan Hadiri Muktamar GPII

Ketua MPR, Kapolri, Menpora dan Gubernur NTB Akan Hadiri Muktamar GPII

84

Publik-News.com – Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) akan menggelar Muktamar Ke XIII selama empat hari, mulai 26-30 November 2017, di kota Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejumlah pejabat negara, baik pusat maupun daerah.

Rencananya yang akan hadiri adalah Ketua MPR RI Zulkfili Hasan, Wakil Ketua DPR RI Fahri, Kapolri Jenderal (Pol) Prof. Muhamad Tito Karnavian PhD, Menpora Imam Nahrowi, Gubernur NTB TGB Zainul Majdi, Wali Kota Mataram Ahyar Abduh dan undangan lainnya. Presiden Joko Widodojuga di agendakan hadir namun belum terkonfirmasi karena terkait jadwal.

Ketua Umum PP GPII, Karman BM mengatakan, dari pembahasan di tingkat ‘stering comitte’ salah satu poin pembahasan penting yang nanti di putuskan Muktamirin adalah terkait persoalan kebangsaan yakni posisi NKRI dan Pancasila.

“Bagi GPII, NKRI dan Pancasila adalah kesepakatan agung bangsa oleh ‘Founding Fathers’ sehingga perlu di jaga dan di pertahankan selama republik ini berdiri. Bahasa anak mudanya NKRI dan Pancasila adalah harga mati,” ujar Karman melalui siaran persnya, Senin (20/11/2017).

Menurut Karman, Keislaman dan Keindonesian bagi kader GPII adalah seperti dua koin mata uang, sesuatu yang tak bisa di pisahkan satu sama lain. Para senior GPII telah membuktikannya seperti mosi Integral M. Natsir (salah satu pendiri GPII) yang mengajukan mosi Integral NKRI saat Indonesia sedang menganut sistim serikat pada dekade tahuan 50 an.

“Semboyan GPII selama ini akan terus di pertahankan dan di bumikan ke suluruh kader GPII se Indonesia yakni ‘Islam Yes NKRI Yes'” katanya.

Disebutkan, radikalisasi masa dan benturan opini seolah olah memisahkan Islam dan Nasionalis belakangan terjadi hanya sebuah kompetisi politik di tingkat lokal (Pilkada) bukan sebah pertarungan ideologi. Karena Islam dan Nasionalis sudah terbukti selalu bersama-sama mendirikan dan membangun bangsa Indonesia selama ini.

Menurut Karman, GPII memandang kebhinekaan adalah sunatullah dan rahmat Allah bagi Indonesia karena Rasulullah pun bersabda, perbedaan adalah rahmat. Indonesia tak akan runtuh karena perbedaan tapi justru semakin kuat karena masing-masing saling melengkapi dan menguatkan Seperti di ketahui, GPII di dirikan pada tanggal 02 Oktober 1945 oleh sejumlah tokoh saat itu antara lain Buya Natsri, KH Wahid Hasyim, M. Natsir, Anwar Cokroaminoto dan lain lain.

“GPII di dirikan dengan dua tujuan utama yaitu ikut mempertahankan kemerdekaan dan mensyiarkan Da’wah Islam Sebagai sebuah nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya. (HR/PN)

Comment