KH. Kholil As’ad Harapkan PBNU Gencarkan Kegiatan Baca Sholawat Nariyah

KH. Kholil As’ad Harapkan PBNU Gencarkan Kegiatan Baca Sholawat Nariyah

SHARE

Publik-News.com – Putra salah satu pendiri oragnisasi Islam Nahdhatul Ulama (NU) KH. As’ad Syamsul Arifin, KH. Kholil As’ad mengharapkan Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) untuk terus menggencarkan kegiatan pembacaan Sholawat Nariyah. Hal itu disaampaikannya melalui surat pribadinya yang dikirimkan langsung kepada ketua umum PBNU KH. Saied Aqiel Sirodj.

Kiai yang menamakan dirinya dengan sebutan Al-Faqir tersebut juga meminta agar PBNU dapat menginstruksikan para pengurusnya hingga tingkatan paling bawah untuk rutin melaksanakan kegiatan yang sama.

“Al-Faqir berharap kegiatan Sholawat Nariyah ini tidak hanya terlaksana sekali dan selesai,” tulis Kholil melalui suratnya di Jakarta, Selasa (11/10/2016).

Pengasuh pondok pesantren Walisongo, Situbondo tersebut mengaku sangat antusias ketika mengetahui PBNU mengistruksikan pembacaan 1 Milyar Sholawat Nariyah secara serentak. Ia mengaku ikut berdoa semoga kegiatan dimaksud, selain diterima oleh Allah SWT juga bisa menjadi salah satu solusi bagi persoalan yang menimpa warga NU dan Indonesia secara keseluruhan.

“Bukan tanpa alasan kalau Al-Faqir merasa antusias dan ikut bergembira. Sejak belasan tahun silam, Guru Al-Faqir, Alm. Kyai Ahmad Sufyan, sudah mencita-citakan bahwa Sholawat Nariyah bisa merata secara nasional dan, yang paling penting, dilakukan dengan penuh kesungguhan. Sekalipun, katakanlah, belum benar-benar mencicipi manisnya bersholawat,” ungkapnya.

Kholil mengatakan pihaknya telah berusaha secara terus menerus melaksanakan kegiatan sholawat nariyah dengan mengajak para kiai lain, para habaib serta warga di Jawa Timur. Kendati demikian, ia mengaku kegiatan yang dilaksanakannya masih belum menjangkau sejumlah kawasan di luar Jawa Timur.

Ia menghimbau kepada warga NU meyakini adanya faedah serta barokah pada setiap kegiatan pembacaan sholawat nariyah.

“Namun demikian, yang mesti disyukuri (agar kita beroleh tambahan nikmat-Nya) adalah dampak dan manfaatnya yang boleh dibilang sangat seketika. Banyak yang menjadi saksi, di mana ada kampung (desa atau kota) yang sholawat Nariyahnya dilaksanakan oleh masyarakat setempat secara rutin dan bersungguh-sungguh, maka jumlah jamaah jum’at-nya meningkat secara tiba-tiba,” tuturnya.

Bukan itu saja, lanjutnya, setidaknya akan lahir sebuah kesadaran yang kemudian menjelma semacam pertahanan yang sanggup menangkal berbagai macam ideologi berbahaya.

“Sejumlah fakta menunjukkan, banyak warga kita yang sudah termakan oleh oengaruh ideologi-ideologi non-NU. Al-Faqir percaya begitulah hasilnya jika sholawat telah bekerja di dalam diri siapapun,” ucapnya.

Hanya saja, Kholil tak memungkiri adanya pihak-pihak tertentu yang mengambil keuntungan dibalik kegiatan pelaksanaan pembacaan sholawat nariyah bersama. Walaupun begitu, Ia menegaskan tidak akan berkecil hati untuk terus melanjutkan pembacaan sholawat dengan tujuan utama melanggengkan ajaran para ulama.

“Tentu saja, pantang bagi kita untuk berkecil hati. Karena dari zaman ke zaman, sejarah membuktikan betapa pertolongan Allah, Syafaat Rosulullah, dan Karomah para Waliyullah adalah segala-galanya,” paparnya.

Kholil menekankan agar kegiatan 1 Milyar Sholawat Nariyah dapat terus dilanjutkan PBNU.dengan dilandaskan pada cita-cita yang lurus.

“Diantranya satu, semakin menguatnya iman dan mahabbah. Dua, semakin mudahnya menerima dan mengikuti tuntunan-tuntunan. Tiga, Husnul khotimah. Empat, diselamatkan dari petaka atau bencana baik lahir maupun batin. Lima, tercapai semua hajat dan cita-cita pendiri, para Ulama, para pengurus dan warga NU secara keseluruhan baik yang terkait masalah-masalah kemasysakatan, kebangsaan, dan keagamaan. Namun di samping yang tersebut, barangkali PBNU bisa menambahkan sendiri cita-cita lain untuk kebaikan fid-din wad-dunya wal-akhiroh. Demikian, semoga kita semua senantiasa memperoleh pertolongan, taufiq, dan hidayah dari Allah SWT. Mohon maaf dan terima kasih,” pungkasnya. (Ahmad)

SHARE
Comment