Khalid Zabidi: Ahok Harus Minggir Dari Arena Demokrasi Pancasila

Khalid Zabidi: Ahok Harus Minggir Dari Arena Demokrasi Pancasila

SHARE

Publik-News.com – Kecaman kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok terkait ucapannya tentang surat Al Maidah Ayat 51, tidak hanya dilakukan warga dan ormas muslim Jakarta, tapi juga datang dari berbagai daerah.

Sekjen Perhimpunan Kedaulatan Rakyat, Khalid Zabidi mengatakan, sentimen yang awalnya anti Ahok dalam konteks dinamika Pilkada DKI kini meruncing tidak terkendali menjadi sentimen anti Cina dan anti konglomerat sarat dengan ketegangan SARA secara nasional.

“Sikap arogan dan serampangan Ahok secara nyata dan tegas telah mencoreng prinsip utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara rakyat Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila,” ujar Khalid, Sabtu (22/10/2016).

Menurut Khalid, politik Demokrasi Pancasila mestinya menghadirkan semangat persatuan dan kesatuan yang menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air dan rakyatnya bukan justru sebaliknya menyulut pertikaian dan permusuhan sesama warga negara Indonesia.

“Ahok mesti minggir atau otomatis harus di diskualifikasi dari keikutsertaannya dalam kontestasi politik pilkada DKI karena dianggap telah melanggar prinsip utama terkait nilai-nilai Pancasila,” katanya.

Dikatakannya, aparat negara, Presiden, Kapolri dan KPU mesti tegas dalam menegakkan aturan hukum yang dilandasi oleh Pancasila sebagai sumber dari segala produk hukum dan aturan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

“Rakyat Jakarta dan Indonesia menunggu Ahok keluar dari arena demokrasi ini atau di keluarkan secara paksa,” tutupnya.
(Hurri Rauf)

Comment