Kicauan Anas Soal Lambannya Polri Mengungkap Pelaku Penganiayaan Terhadap Novel

Kicauan Anas Soal Lambannya Polri Mengungkap Pelaku Penganiayaan Terhadap Novel

SHARE

Publik-News.com – Polisi belum juga berhasil menangkap pelaku penganiayaan penyiraman air keras kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Sejumlah pihak menyangkan atas lambatnya kinerja aparat kepolisian untuk mengungkap pelaku sadis kepada Novel tersebut.

Anas Urbaningrum adalah salah satunya. Pimpinan ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) pun mendorong agar Polri lebih bekerja keras untuk mengungkap pelaku penganiayaan kepada Novel itu. Apalagi, kata Anas, Novel sudah menyebut bahwa ada keterlibatan jenderal dalam kasus penganiyaan, yang dikaitakan banyak pihak dengan kasus dugaan korupsi e-KTP tersebut.

Hal ini sebutkan oleh mantan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) itu melalui akun twitter @anasurbaningrum, yang diposting oleh admin pengelola Twitter Anas, Sabtu (17/6/2017).

Berikut adalah postingan Admin yang disalin dari tulisan tangan Anas soal belum berhasilnya Polri mengungkap penganiayaan kepada Novel.

1. Sdh lewat 2 bulan aparat belum berhasil mengungkap kasus teror thd Novel Baswedan. *abah

2. Dari pemberitaan terungkap bhw berbagai upaya yg dilakukan aparat masih mentok pada titik (yg) kabur. *abah

3. Yg terbaru dan mengejutkan justru datang dari pernyataan Novel Baswedan sendiri. *abah

4. Dia bilang bhw mendapatkan informasi tentang adanya Jendral polisi yg terlibat. *abah

5. Dan informasi ini skrg dia percayai. Wallahu a’lam. *abah

6. Perkembangan (informasi) terakhir ini bisa memunculkan spekulasi yg serius. *abah

7. Kita percaya bhw mengungkap kasus teror tidaklah mudah. *abah

8. Kita juga percaya bhw aparat punya sarana dan kemampuan yg memadai. *abah

9. Kita dorong agar aparat bekerja lbh keras, sehingga bisa menemukan titik terang. *abah

10. Ini adalah PR aparat, PR penegakan hukum, PR bangsa. *abah

11. Seluruh lembaga penegak hukum (dan aparatnya) wajib selalu melakukan koreksi dan perbaikan. *abah

12. Tanpa kecuali. Termasuk KPK. Karena tdk ada lembaga yg berisi kumpulan malaikat. *abah

13. Koreksi dan perbaikan adalah keperluan nyata. Anti koreksi dan perbaikan, bisa berkembang mjd berhala. *abah

14. Ramadhan adalah sarana perbaikan untuk kembali pd fitrah manusia. *abah

15. Relevan spiritnya untuk perbaikan semua lembaga, demi kembali pada Khittahnya. *abah. (PN)

Comment