Home Sosial Kisah Umi Cia Yang Memberangkatkan Kader HMI ke Kongres Gadaikan BPKB Mobil

Kisah Umi Cia Yang Memberangkatkan Kader HMI ke Kongres Gadaikan BPKB Mobil

UMI CIA. Menjelang Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Medan, Mei 1983, selaku Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta saya harus mencari dana untuk transport 7 anggota delegasi. Sesudah 7 anggota delegasi berangkat dengan kapal laut dari Tanjung Priok, saya masih tinggal di Jakarta untuk mencari dana transport pulang dan sekadar uang saku.

Dari sejumlah alumni dan dermawan, saya sudah dapat dana, tapi masih kurang.

Suatu hari, Ketum HMI Cabang Jakarga, Zulvan ZB Lindan, dan Bendahara Pengurus Besar HMI, Hardi Kusnan, mengajak saya ke rumah “alumni HMI yang dermawan,” Umi Cia yang menyambut kedatangan kami dengan ramah, malah dijamu makan malam.

Sambil makan, Zulvan memperkenalkan dan menyampaikan maksud kedatangan saya. Tiba-tiba Umi Cia berdiri, masuk ke kamarnya, dan keluar seraya membawa BPKB, STNK, dan kunci mobil. “Lukman harus berangkat. Jangan terhalang oleh dana. Jual atau gadaikan mobil Umi ini, terserah dapat berapapun, gunakan untuk kepentingan HMI Cabang Yogga.”

Saya terhenyak. Dan menolak tawaran ikhlas Umi Cia. Tiga dasawarsa berlalu, peristiwa menjelang Kongres Medan tetap melekat di ingatan saya.

Maka, ketika dalam diskusi di Rapat Kerja Nasional (Rakornas) PP Parmusi, dua hari yang lalu, saya menyaksikan dalam usia 83 tahun Umi Cia hadir dan menyampaikan pendapatnya dengan semangat tinggi, saya sungguh-sungguh takjub. Umi Cia sungguh perempuan perkasa yang tidak pernah kehilangan ruh perjuangan.

Selesai acara, saya bergegas menemui Umi Cia dan mengajaknya berfoto. Terima kasih Umi Cia. Engkau telah memberi pelajaran sangag berharga untuk saya. (Lukman Hakiem)

Comment