Klarifikasi Lengkap Banser Jaktim dan Ustadz Abdul Latief Terkait Isu Penyerangan Markas...

Klarifikasi Lengkap Banser Jaktim dan Ustadz Abdul Latief Terkait Isu Penyerangan Markas FPI Cirebon

SHARE

 

Publik-News.com – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Ustadz Abdul Latief langsung bergerak untuk meluruskan informasi kesalahapahaman tentang beredarnya informasi isu penyerangan Banser kepada markas ormas Front Pembela Islam (FPI) Cirebon, Jawa Barat.

Kasatkorcab BANSER Jakarta Timur Mohammad Firdaus, mengatakan Ustadz Abdul Latif memang merupakan kader Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Timur. Dengan begitu, adalah tidak benar jika ada yang mengatakan bahwa Ustadz Abdul Latif kader Banser Cirebon. Menurut dia, ustadz Abdul Latif memang benar mengirim berita di Group Whatsapp “Majelis Dizikir Indonesia”.

“tujuan untuk mendapatkan klarifikasi (Tabayyun) tentang kebenaran berita tersebut dari senior-senior yang ada di Group Majelis Dizikir Indonesia”, ujar Firdaus melalui siaran pers, Kamis (9/11/2017

Berikut adalah klarifikasi Banser Jakarta Timur dan Ustadz Abdul Latief selengkapnya.

Assalammualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Puji Syukur kami panjatkan
atas kehadirat Allah. SWT, dan sholawat serta salam kami sampaikan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad. SAW,. Dalam kesempatan ini saya selaku Komandan BANSER Jakarta Timur akan meluruskan beberapa Informasi yang beredar di Media Sosial terkait isu penyerangan markas FPI di Cirebon, serta adanya kesalah pahaman dari publik atas pribadi Ustad Abdul Latief. Antara lain sebagai berikut :

1. Bahwa benar Ustad Abdul Latief adalah kader Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Timur, yang telah mengikuti jenjang kaderisasi sesuai dengan aturan organisasi Gerakan Pemuda Ansor. Saat ini Ust. Abdul Latief menjadi salah satu pengurus Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur;

2. Bahwa benar Ust. Abdul Latief mengirim berita di Group Whatsapp “Majelis Dizikir Indonesia” perihal akan adanya penyerangan oleh sahabat-sahabat Gerakan Pemuda Ansor Cirebon terhadap markas FPI, dengan tujuan untuk mendapatkan klarifikasi (Tabayyun) tentang kebenaran berita tersebut dari senior-senior yang ada di Group Majelis Dizikir Indonesia;

3. Setelah kami konfirmasi kepada Ustad Abdul Latief, memang benar tidak ada maksud yang bersangkutan untuk memprovokasi orang-orang yang berada di dalam group tersebut, yang bersangkutan hanya ingin mencari kepastian/ informasi (tabayyun) terkait benar atau tidaknya isu penyerangan terhadap markas FPI di Cirebon. Sehingga kami selaku Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Timur menyimpulkan bahwa Ustad Abdul Latief tidak melakukan tindakan provokasi terhadap siapapun yang terkait dengan isu penyerangan tersebut.

Demikianlah kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Wassalamuallaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

******************

Assalammualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Puji Syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah. SWT, dan sholawat serta salam kami sampaikan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad. SAW,.

Dalam kesempatan yang baik ini saya bermaksud untuk Meminta Maaf kepada saudara-saudaraku yang seiman atas terjadinya ke- salah-paham-an atau kekeliruan informasi mengenai status diri saya dan postingan saya di Group Whatsapp Majelis Dizikir Indonesia.

Oleh karena itu, saya akan menjelaskan kronologis terjadinya kesalah-pahaman yang menyebabkan diri saya menjadi target „Bully”an dan menjadi sasaran kemarahan dari saudara-saudaraku yang seiman. Berikut kronlogisnya :

1. Pada hari Selasa, Tanggal 10 November 2017 saya mendapatkan broadcast
yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya mengenai akan adanya penyerangan oleh sahabat-sahabat gerakan pemuda ansor Cirebon terhadap Markas FPI / LPI.

2. Sehingga saya selaku salah satu kader atau bagian dari gerakan pemuda ansor merasa berkepentingan untuk mencari tahu apakah benar berita tersebut, hal itulah yang membuat saya memposting berita tersebut di beberapa Group Whatsapp para alim ulama dan di internal gerakan pemuda ansor sendiri, dengan tujuan untuk ber-tabayyun supaya tidak terjadi “ke-simpangsiuran informasi” apabila berita tersebut menyebar di khalayak umum;

3. Namun, hal ini justru menjadi bolah panas yang menimpa diri saya, sehingga saya diteror, dicaci, dianggap provokator, dan dibully habis-habisan karena memposting berita tersebut. Oleh karena itu, sekali lagi, dengan kerendahan hati saya meminta maaf kepada pihak-pihak yang tersinggung atau pihak- pihak yang tidak nyaman atas postingan saya di Group Whatsapp.

Demikianlah klarifikasi dan permohonan maaf ini saya sampaikan dengan ikhlas, semoga bisa meluruskan permasalahan yang terjadi. (RF/PN).

SHARE
Comment