Home Politik KNPI Sebut Penetapan Tersangka Bupati Kukar Politis

KNPI Sebut Penetapan Tersangka Bupati Kukar Politis

202

Publik-News.com – Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) membela dan tidak yakin Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari melakukan tindak pidana korupsi berupa gratifikasi.

Ketua DPP KNPI Dian Assafri mengatakan penetapan Rita sebagai tersangka dalam kasus dugaan siap gratifikasi kental nuansa politiknya. Menurutnya, selama ini Rita dianggap dikenal sebagai salah tokoh pergerakan Anti Korupsi yang selalu mengingatkan kaum muda agar tidak melakukan tindak Pidana Korupsi dengan konsep kemandirian.

“DPP KNPI melihat sangat kental muatan politik dalam penetapan TSK terhadap Bupati Kutai Kartanegara dimana tahun depan akan diadakannya Perhelatan Pesta demokrasi Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur 2018, sehingga momentum mencari kesalahan oleh Oknun elit yang haus kekuasaan mempergunakan KPK untuk mencari cari kesalahan lawan politiknya,” ujar Dian melalui siaran persnya, Rabu (27/9/2017).

Menurut Dian, menyangkan jika misalnya, KPK mengejar dan menjadikan seseorang sebagai tersangka karena dipesan. Ditambahkan, kasus dugaan korupsi yang menumpuk di KPK mestinya menjadi prioritaa penyelesaiannya.

“Sangat Ironis kami sebagai Kaum muda melihat KPK saat ini sebagai alat Politik yang mudah diatur menjelang Pilkada, padahal banyak kasus kasus didaerah yang lebih prioritas yang perlu di selesaikan oleh KPK,” tukasnya.

“Kasus korupsi adalah kasus yang perlu pembuktian yang pasti dan itu hitam putih, beda dengan kasus penistaan agama, suatu kasus yang tidak hitam putih alias bisa ditarik kesana-kemari,” katanya.

Dia menginginkan KPK semakin baik dan kuat dalam konteks pemberantasan korupsi di Indonesia.

“KPK harus berjalan profesional dalam penegakan hukum dan pemberantasan serta pencegahan korupsi”.

Karena itu menurutnya, KPK harus mendapatkan dukungan politik tapi tetap independen. Ia juga mengusulkan sinergisitas KPK dengan aparat penegak hukum lain harus lebih kuat.

“KPK harus mengerti politik tapi bukan bermain politik,” tutup dia. (TK).

Comment