Komisi X DPR Tolak Usulan Rektor Dipilih Presiden

Komisi X DPR Tolak Usulan Rektor Dipilih Presiden

SHARE

Publik-News.com – Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih mengaku tidak setuju dengan usulan agar pemilihan rekto dipilih oleh Presiden.

Menurutnya, sudah saatnya pemerintah memberikan ruang kepada perguruan tinggi dalam memilih rektor.

“Mestinya, pemerintah semakin menyerahkan urusan seperti ini ke internal perguruan tinggi. Beri kepercayaan perguruan tinggi agar lebih mandiri, dan agar bisa terus mengkonsolidasikan kehidupan demokrasi di kampus. Tidak hanya pada tataran teori, namun menjadi ajang untuk menerapkan ilmu mereka,” ujar Fikri

Selama ini, ada persoalan mendasar di perguruan tinggi yang menempatkan hak menteri (Menristekdikti) memilik 30 suara dalam memilih rektor. Akibatnya, suara terbanyak dari pemilihian rektor yang dilakukan secara internal belum tentu terpilih karena terhalang oleh menteri.

“Dengan diambil alihnya pemilihan rektor oleh presiden, alih-alih menghentikan kemelut di internal perguruan tinggi, bisa menjadi semakin runyam. Sebab, birokrasi menjadi semakin panjang sampai ke presiden,” terangnya.

Menurtnya, pemilihan rektor berlarut lama karena berada di bawah menteri. Apalagi nantinya hal itu dibawa ke Presiden.

“Sebagai contoh, untuk setingkat PP saja sebagai mandat dari UU yang sudah ditetapkan DPR bahkan sudah sangat lama diundangkan oleh Mensesneg, banyak ratusan jumlahnya yang tak kunjung terbit karena harus disetujui dan ditandangani oleh presiden. Ini tentu birokrasi yang sangat tidak praktis, tidak modern,” kata politikus Partai Keadilan Sejahteran (PKS) itu.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan pemilihan rektor, baik tingkat negeri maupaun swasta, beralih dari Menristekdikti menjadi langsung dipilih oleh Presiden.Hal itu dilakukan demi menanamkan ideologi pancasila yang sempat mulai tergoyah. (Fq)

 

 

SHARE
Comment