KPAI Desak Kemendikbud Cabut Kebijakan Full Day School

KPAI Desak Kemendikbud Cabut Kebijakan Full Day School

SHARE

Publik-News.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia tidak setuju dengan kebijakan full day school yang digagas Mendikbud Muhadjir Effendy. Karena hal itu tidak sesuai dengan situasi dan kondisi di lapangan.

“Kebijakan lima hari per delapan jam belajar di sekolah tidak sejalan dengan kondisi masyarakat Indonesia yang sangat plural dan multikultural. Kebijakan full day school hanya melihat satu sisi lapisan masyarakat dan menegasikan realitas masyarakat yang lain. Kondisi masyarakat urban memiliki karakteristik yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Situasi peserta didik beragam. Demikian juga situasi orang tua juga tidak seragam. Menyeragamkan kebijakan atas kondisi masyarakat yang beragam bisa berbahaya dan mengancam kebhinekaan”, kata Ketua KPAI, Asrorun Niam dalam siaran pers, Rabu (14/6/2017).

Menurutnya, aturan jam sekolah selama ini sudah cukup memadai. Karena disitu ada kebebasan dalam penyelenggaraan pendidikan untuk memilih waktu yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.

“Sebelum adanya Permendikbud, kondisi sudah ideal. Ada sekolah yang membuka model full day school untuk memberikan layanan anak dan juga orang tua yang memang cocok dengan model full day. Ada yang halfday, bagi anak yang cocok sesuai dengan kondisi subyektifnya. Aturan baru ini tidak memberi dampak apa-apa kecuali kegaduhan dan merusak keberagaman”, ujarnya.

Naim menambahkan, masing-masing siswa tentu memiliki kondisi yang berbeda. Kebijakan sekolah 8 jam sehari akan membawa dampak buruk bagi psikologi anak. Karena terdapat anak didik kelamaan belajar dalam kelas justru akan menghambat tumbuh kembanganya anak itu.

“Dalam kondisi tertentu, anak tidak usah lama-lama di sekolah, agar cepat berinteraksi dengan orang tua guna menjalin kelekatan fisik dan emosional serta keteladanan dan rasa aman, terlebih anak usia kelas 1 sampai 3 SD,” tambah dia.

Ia menilaii kebijakan full day school akan melanggar hak anak. Sebab, KPAI melihat yang perlu dikembangkan adalah keterpaduan antara keluarga, lingkungan sekolah, dan masyarakat agar sama-sama mewujudkan tujuan pendidikan.

“Anak-anak butuh interaksi dengan teman sebaya di sekolah, teman di lingkungan tempat tinggal, dan dengan keluarga di rumah. Dengan kebijakan full day school, pasti intensitas pertemuan anak dan orang tua juga pasti akan berkurang, dan ini bisa mengganggu pemenuhan hak dasar anak,” ujarnya.

“Karenanya, KPAI meminta Mendikbud untuk mencabut Permendikbud nomor 23 Tahun 2017 dan mengevaluasi kebijakan pendidikan yang tidak ramah bagi anak,” imbuhnya.(Fq)

 

SHARE
Comment