KPK Kembali Didesak Segera Tangkap Yasona Laoly dan Ganjar Pranowo

KPK Kembali Didesak Segera Tangkap Yasona Laoly dan Ganjar Pranowo

SHARE

Publik-News – Massa Komando Aksi Mahasiwa dan Pemuda Anti Korupsi (KOMPAK) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sejumlah perangkat aksi dipajang oleh massa KOMPAK.

Massa KOMPAK mendesak KPK segera menuntaskan dugaan skandal kasus korupsi Kartu Tanda Pendudik elektronik (e-KTP). Apalagi, sejumlah nama yang terseret dalam pusaran kasus korupsi yang merugikan keuangan negara itu sudah mulai hilang dari dakwaan jaksa KPK.

“Kami berharap KPK berlaku adil dan tidak pandang bulu,” ujar Santoso as selaku Jendral Lapangan KOMPAK, Senin (18/12/2017).

Menurut Santoso, KPK jangan hanya menetapkan dan memenjarakan Ketua DPR Setya Novanto. Sebab, dugaan korupsi proyek e-KTP melibatkan sejumlah nama pejabat dan politisi seperti Yasona Laoly yang saat ini sedang menjabat sebagai Menkumham, Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jateng dan Olly Dondokambey menjabat sebagai Gubernur Sulut.

Selain tiga nama itu, nama lain yang disebut-sebut menerima duit haram proyek e-KTP adalah Melchias Mekeng, Marzuki Alie, Tamsil Linrung, Teguh Juwarno, Chatibul Umam, Arief Wibowo, Diah Anggreni, agamawan Fauzi dan nama-nama lainnya.

“Tangkap dan adili Yasonna H. Laoly dan Ganjar Pranowo,” kata Santoso.

Untuk diketahui, KPK sudah menetapkan beberapa nama sebagai tersangka. Diantaranya adalah Ketua DPR Setya Novanto, Andi Agustinus alias Andi Narogong dan Miryam S Haryani.

Namun sayang, nama-nama yang disebut menerima duit korupsi e-KTP masih dapat menghirup udara segar. Mareka belum menyandang status tersangka karena KPK dianggap tebang pilih dan tak serius menegakkan hukum dan melakukan pemberantasan korupsi. (PN)

SHARE
Comment