Home Hukum Kuasa Hukum Tolak Kehadiran Habib Rizieq, Ini Pembelaan JPU

Kuasa Hukum Tolak Kehadiran Habib Rizieq, Ini Pembelaan JPU

Publik-News.com – Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Mukartono menegaskan kehadiran Habib Rizieq dalam sidang lanjutan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok merupakan permintaan dari Majelis Ulama Indonesai (MUI) untuk menjadi saksi ahli agama dalam kasus penistaan agama ini.

“Kami sampaikan bahwa saudara Rizieq Shihab jadi ahli dalam perkara ini bukan lah kemauan yang bersangkutan tetapi karena ada permintaan penyidikan sesuai berkas perkara di atas sumpah jabatan pada MUI kemudian MUI menugaskan kepada yang bersangkutan,” kata Ali menanggapi keberatan tim kuasa hukum Ahok dengan kehadiran Rizieq Shihab sebagai ahli dalam sidang Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (28/2/2017)

Ali menyebut adalah hal yang tidak tepat jika kehadiran Habib Rizieq ini dikaitkan dengan masalah pribadi dengan terdakwa.

“Ini kembali kepada perkara ini bahwa berdasarkan surat perkara terhadap terdakwa, didakwa dengan pasal alternatif yaitu Pasal 156 KUHP atau Pasal 156a KUHP sebagai hukum negara jadi terdakwa diduga melanggar hukum negara dan bukan untuk hal pribadi,” tuturnya.

Ali menambahkan, apa yang disampaikan kuasa hukum Ahok keberatan karena Habib Rizieq pernah dipidana, menurut Ali, hal itu bukanlah dalih untuk menghalangi seseorang untuk memberikan kesaksisan sesuai dengan bidang keahliannya.

“Jadi ini tidak mengurangi hak-hak bagi seorang anak bangsa dan warga negara untuk menjadi ahli, kemudian status yang bersangkutan yang disampaikan oleh kuasa hukum bahwa ahli menjadi tersangka juga tidak punya alasan untuk ditolak yang bersangkutan jadi ahli,” ujarnya.

Menurut Ali, Jika kehadiran Habib Rizieq dipermasalahkan karena alasan sedang menjadi tersangka, kenapa Ahok menjadi terdakwa masih bisa ikut kontestasi Pilkada. Ia meminta jangan mempersalahkan hal-hal yang tidak subtansial

“Kami hormati hak-hak itu sehingga sebaiknya menghormati ini semua, kami menolak apa yang disampaikan kuasa hukum, kami harap majelis hakim juga menolak alasan dari kuasa hukum. Kepada yang bersangkutan tetap diperiksa sebagai ahli. Sebaiknya kita dengar dulu apakah keterangan yang bersangkutan ini mengandung alat bukti yang sah, nanti kembali kepada penilaian masing-masing baik dari majelis hakim, jaksa, dan kuasa hukum,” ucap Ali.(Fq)

Comment