Kunjungi Markas Paspampres, Presiden Bicara Ancaman Pembunuhan Pada Bung Karno

Kunjungi Markas Paspampres, Presiden Bicara Ancaman Pembunuhan Pada Bung Karno

SHARE

Publik-News.com – Dalam kunjungannya ke markas Pasukan Pengamanan Presiden dan Wakil Presiden (Paspampres), di Markas Komando, kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Presiden meminta supaya pengamanan terhadap Kepala Negara lebih ditingkatkan lagi

Dalam kesempatan ini, Presiden mencertikan ancaman kepada kepala negara yang di alami oleh Bung Karno. Saat itu, ada yang mencoba membunuhnya pada peristiwa pelemparan granat 30 November 1957 di Perguruan Cikini

“Kedua, juga menyangkut Soekarno saat akan salat juga sama, terlindungi dan diselamatkan,” kata Jokowi, Kamis 29 Desember 2016.

Kejadian berawal ketika Proklamator kemerdekaan itu sedang melaksanakan salat Idul Adha di Masjid Baiturrahim 14 Mei 1962. Tiba-tiba, seorang bernama Bachrum, yang posisi duduknya di sampin Bung Karno mengeluarkan senjata. Tapi meleset mengenai Ketua DPR GR Zainul Arifin

Ancaman seperti itu, kata Presiden, juga terjadi di Istana beberapa waktu yang lalu, 11 Desember 2016. “Seperti terakhir ancaman ‘bom panci’ yang juga ditujukan pada Paspampres, pada Istana. Alhamdulilah kita bersyukur sebelum itu terlaksana, sudah lebih dulu ditangkap Densus 88,” kata Jokowi.

Presiden berharap agar Paspampres lebih maju lagi dari segi teknologi persenjataan. Tujuanya tidak lain supaya pengamanan terhadap Presiden dan Wakil Presiden bisa terjamin.

Kesempatan ini pula, Presiden dipertontonkan dengan simulasi pengamanan Kepala Negara oleh Paspampres. Selain itu, Presiden juga diperlihatkan senjata yang dimiliki Paspampres. (Fq)

SHARE
Comment