KY Akui Ada Intervensi Dalam Kasus Ahok

KY Akui Ada Intervensi Dalam Kasus Ahok

SHARE

Publik-News.com – Ketua Komisi Yudisial (KY) Aidul Fitriciada Azhari membenarkan adanya bentuk intervensi selama proses hukum yang dijalani Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus penistaan agama.

Menurutnya, hal ini ia diketahui  sejak awal ketika kasus ini baru diproses oleh pihak kepolisian. Bahkan, ia mengaku mengetahui persis adanya intervensi itu.

“Saya memang mengetahui persis bagaimana upaya-upaya intervensi ini. Karena itu sejak awal saya berupaya agar proses peradilan itu tidak diintervensi,” kata Aidul saat menerima kunjungan Gerakan Nasional Pengawas Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) di kantornya Kamis (4/5/2017/2017).

Namun, ia enggan menyampaikan terkait bentuk intervensi itu. Ia mengaku sudah melakukan komunikasi dengan pemerintah dan penegak hukum.

“Tidak tepat saya sampaikan di sini. Tapi komunikasi saya (dengan) pihak berwenang saya lakukan. Saya ketemu dengan Kapolri, Menkopolhukam,” jelas Aidul.

Aidul hanya memberi contoh adanya intervensi itu dari adanya surat dari Kapolda Metro Jaya yang meminta sidang penuntutan Ahok ditunda.

“Itu kami sepakat dengan MA bahwa itu bentuk intervensi. Dan terbukti surat Kapolda-nya digunakan oleh JPU,” tegas Aidul.

Aidul berharap majelis hakim bisa menjaga independensinya agar terbebas dari pengaruh pihak manapun. “Lepas dari JPU, sejauh ini (hakim) masih imparsial, netral, jaga independensi. Dan kami (KY) tetap mengupayakan agar segala macam intervensi (kami komunikasi terus dengan lingkup kekuasaan lain) tidak terjadi,” ujarnya.(Fq)

SHARE
Comment