Kyai Se-Indonesia Tolak Kebijakan 5 Hari Sekolah

Kyai Se-Indonesia Tolak Kebijakan 5 Hari Sekolah

SHARE

Publik-News.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) Said Aqil Siroj menyatakan komitemenya untuk tetap menolak kebijakan 5 hari sekolah.

Hal ini disampaikan Said  ketika menemui menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana, Jakarta.

Dalam pertemuan ini, Said didampingin  Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin

“Kami menyampaikan salam dari kiai seluruh Indonesia yang menolak sekolah 5 hari. Karena itu akan menggusur madrasah-madrasah,” kata Said Aqil di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Menurut Said, ada sekitar 76 ribu madrasah se Indonesia milik NU yang menolak kebijakan tersebut.

“Jumlahnya 76 ribu di seluruh Indonesia milik NU, yang dibangun masyarakat, gurunya juga dari masyarakat. Gajinya Rp 300 ribu, Rp 150 ribu malah, ya,” katanya.

Ia menilai program sekolah yang berjalan saat ini sudah bisa mengembangkan karakter anak. Jadi, kebijakan sekolah 8 jam sehari sudah tidak dibutuhkan lagi.

“Kalau pertimbangan agar anak ada pembentukan karakter, ya sekarang juga sudah berjalan, dibentuk oleh madrasah-madrasah itu, pesantren-pesantren itu. Aman saja. Justru kita khawatirkan jadi radikal kalau tanpa madrasah,” katanya.

Lalu, apa respons Presiden Jokowi?

“Ya, memahami betul karena, bayangkan, ulama-ulama akan tersinggung dan marahlah kalau full day school dipaksakan,” jawabnya.(Fq)

SHARE
Comment