Lamban Tangkap Yasonna dan Ganjar Pranowo, KAMPAK Demok KPK Bawa Keranda Mayat

Lamban Tangkap Yasonna dan Ganjar Pranowo, KAMPAK Demok KPK Bawa Keranda Mayat

SHARE

Publik-News.com – Lambannya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntaskan skandal korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektroni (e-KTP) membuat sejumlah elemen masyarakat mulai geram. Koalisi Aksi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (KAMPAK) adalah salah satu contohnya.

Saking geramnya, KAMPAK mendatangi kantor KPK, Senin (8/1/2018). Ada puluhan orang dari massa KAMPAK yang melakukan unjuk rasa di depan Gedung KPK itu. Aksi damai massa KAMPAK ini dikawal ketat aparat kepolisian. Mereka mendesak agar KPK segera menangkap nama-nama yang disebut terlibat dalam skandal korupsi yang merugikan keuangan negara sekitar Rp2,3 trilun itu.

Ditengah-tenganh pengawalan aparat kepolisian, aksi unjuk rasa massa KAMPAK ini berjalan tertib. Massa KAMPAK membawa sejumlah poster dan keranda jenazah. Pada keranda jenazah kain berwarna hitam ini tertulis beberapa nama yang diduga kecipratan duit korupsi e-KTP.

“Telah di dor. Korupsi e-KTP, Yasonna Laoly 84 Ribu usd, Gamawan Fauzi 5 juta usd, Ganjar Pranowo 500 ribu usd,” demikian tulisan yang tertapampang pada karanda yang tengah diusung massa KAMPAK.

Korlap KAMPAK, Didin S, pihaknya akan terus mendorong dan mendesak KPK untuk menuntaskan skandal korupsi e-KTP yang sudah menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka. Sebagai lembaga penegak hukum, KPK didorong tak tebang pilih.

“Memasuki tahun 2018 ini, Publik berharap KPK makin progresif dan tuntaskan semua kasus besar korupsi,”

Sebelumnya, dua pimpinan KPK Laode Syarif dan Saut Sitomorang (26/12/2017)mengatakan bahwa KPK akan mencermati 21 nama yang tersangkut jumbo Korupsi e-KTP. Jumbo korupsi ini sudah meringkus tokoh sekaliber Ketua DPR Setya Novanto.

“Tentu kita apresiasi sekali bila sebelut Setnov bisa diringkus semoga 21 nama yang antara lain Yasona Laoly/84 ribu Usd, Gamawan Fauzi/5 juta usd, Ade Komarudin/100 ribu usd, Ganjar Pranowo/500 ribu usd, Melchias Mekeng/1.3 juta usd, Oly Dondokambey/1.4 juta usd, Teguh Juwarno/200 ribu usd, Chatibul umam/400 ribus usd dan lain-lain segera dihadapkan ke Pengadilan Tipikor,” tutup dia. (RF/PN).

SHARE
Comment