Mahfud Heran 4 kader HMI Ditahan, Sedangkan Ahok tidak

Mahfud Heran 4 kader HMI Ditahan, Sedangkan Ahok tidak

SHARE

Publik-News.com-Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Moh Mahfud MD angkat bicara soal tidak ditahannya tersangka kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Mahfud membandingkan dengan  4 kader HMI yang sama-sama dijadikan tersangka tetapi ditahan

“Menurut hukum Ahok tak harus dtahan. Tapi agar adil, 4 anak-anak HMI juga tak harus ditahan, kan sama-sama tersangka,” tulis Mahfud dalam akun Twitternya, @mohmahfudmd, Kamis, 17 November 2016.

Mahfud menyebut tidak mudah seseorang itu berbuat adil, apalagi dalam keadaan emosi. Adil itu harus semua pihak bisa merasakan keadilan. Terkadang ini terjadi dalam suatu kasus hukum

“Adil benar tentu sulit, tapi “berusaha” adil sudah baik,” lanjut tokoh yang juga merupakan Koordinator Presidium Korps Alumni HMI tersebut.

Mahfud mengaku heran, Ahok yang sudah dinyatakan tersangka tidak ditahan, ini ada kader HMI juga dinyatakan tersangka tapi perlakuanya berbeda

“Memang tersangka tak harus ditahan. Harus-nya sama-sama tak ditahan karena sumber masalahnya sama,” kata dia.

Sementara itu, Kapolri Tito Karnavian sebelumnyya memberikan penjelasan kenapa Ahok tidak ditahan meskipun statusnya tersangka. Dalam kita Hukum Acara Pidana (KUHAP)  dikatakan tersangka itu dapat ditahan, bukan harus ditahan.

Menurutnya, ada dua syarat polisi  menilai seseorang itu bisa ditahan atau tidak. Pertama, dari perspektif objektif, kasus Ahok ini polisi memberikan tanggapan berbeda apakah ini masuk dalam ranah pidana atau tidak, sehingga pandangan mereka tidak bulat

Kedua, perspektif Subjektif, penyidik apakah meyakini Ahok ini akan melarikan diri atau dihawatirkan menghilangkan alat bukti, atau mengulangi perbuatannya lagi. Penyidik meyakini hal itu tidak akan dilakukan oleh Ahok

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap lima kader HMI pada 7 November dan 8 November yang dilakukan pada tengah malam. Mereka ditangkap karena diduga melakukan kericuhan dan melawan petugas saat demo 4 November

Kelima anggota HMI tersebut adalah Ismail Ibrahim, Amijaya Halim, Ramadhan Reubun, Muhammad Rizal Berkat, dan Rahmat Muni alias Mato. Mereka dijerat Pasal 214 KUHP Jo Pasal 212 KUHP tentang bersama-sama melakukan ancaman dan kekerasan kepada pejabat yang melakukan tugas dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (faruq)

 

 

SHARE
Comment