Mahfud MD: Apa Yang Terjadi Jika Indonesia Menganut Dwi Kewarganegaraan

Mahfud MD: Apa Yang Terjadi Jika Indonesia Menganut Dwi Kewarganegaraan

SHARE

Publik-News.com – Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD, menilai ketika suatu negara membolehkan rakyatnya memiliki dwi kewarganegaraan, tentu hal itu akan menimbulkan benturan terhadap anak bangsanya sendiri.

“Bagaimana kalau ternyata orang yang di negaranya punya prisip dua kewarganegaraan ramai-ramai jadi Warga Negara Indonesia, lalu memborong jabatan-jabatan yang ada di sini, disitu terjadilah benturan,” kata Mahfud di kantor MMD Initiative, Jakarta Pusat, Senin (22/8/2016).

Menurut Mahfud, Undang-Undang kewarganegaraan disusun dan sudah menyesuaikan dengan perkembangan dengan negara-negara dunia. Tak sampai di situ, Mahfud berujar bahwa penyusunan UU kewarganegaraa sudah menyesuaikan dengan globalisasi dalam sistem kewarganegaraan negara.

“Kalau ada orang yang bilang aturan itu ketinggalan jaman, saya mau bilang orang yang bilang itu justru ketinggalan jaman,” pungkasnya.

Mahfud mencontohkan kejadian yang menimpa terhadap Gloria peserta paskibra yang tidak bisa ikut mengibakrkan bendera gara-gara memiliki dwikewarganegaraannya. Tepi menurut Mahfud, hal itu sebenarnya boleh karena Gloria memiliki dwikewarganegaraan. Gloria sendiri belum genap berumur 18 tahun. Andaikan Gloria berumur lebih dari 18 tahun, menurut Mahfud, maka dia harus memilih kewarganegaraan.

“Itupun dia harus memilih ketika dia berumur 18 tahun. Seperti Gloria (Natapradja Hamel), dia kan belum 18 tahun, jadi boleh dwikewarganegaraan,” jelas Mantan Ketua MK ini.

(Taufik)

SHARE
Comment