Mahfud MD: Kalau Mau Ngungkap Kasus Novel, Ini Tidak Sulit, Tinggal Mau...

Mahfud MD: Kalau Mau Ngungkap Kasus Novel, Ini Tidak Sulit, Tinggal Mau Atau Tidak

SHARE

Publik-News.com – Penanganan Politi terhadap kasus penganiayaan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sudah lebih dari 200 hari. Namun, polisi masih belum bisa mengungkap dan menangkap pelakunya. Bahkan, Karenanya, para mantan pimpinan KPK dan masyarakat sipil antikorupsi mendorong pimpinan KPK mendorong Presiden Joko Widodo membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF)

Mantan Ketua MK Mahfud MD mengatakan mengungkap pelaku penganiayaan terhadap Novel sebenarnya tidak sulit. Namun, hal itu tergantung apakah aparat kepolisian serius mengungkap kasus penganiayaan terhadap Novel tersebut. Dia juga menagatakan dirinya belum melakukan analisa apakah TGPF perlu atau tidak.

“Saya belum menganalisa ini perlu atau tidak. Tetapi memang ini harus diungkap. Itu kan sebenarnya kalau mau menurut saya yah, kalau mau mengungkap kasus Novel Baswedan ini tidak sulit sebenarnya, kalau mau. Tinggal mau atau tidak,” ujar Mahfud, Jumat (3/11/2017).

Menurut dia, pembentukan TGPF akan membuat masyarakat puas. Pembentukan TGPF akan dilihat oleh masyarakat bahawa penanganan kasus Novel ini serius.

“Seumpama tidak bisa pun misalnya ā€ˇmungkin saya salah seumpama tidak bisa karena sulit. Ketika itu dibentuk tim pencari fakta, rakyat akan puas karena rakyat melihat oh iyah sudah dibentuk TGPF nya, seperti itu,” tukasnya.

Disebutkan, jika TGPF tidak dibentuk maka rakyat akan terus mempertanyakan penyelesaian kasus penganiayaan terhadap Novel iini.

“Tapi kalo ini tidak bisa diungkap, dan tim pencari fakta tidak dibentuk rakyat akan terus bertanya, tukasnya.

Maka itu, Mahfud menegaskan bahwa lebih baik TGPF dibentuk. Guru besar dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini juga pernah dihubungi oleh Komnas HAM tarkait pembentukan TGPF tersebut.

“Dulu saya dihubungi orang melalui Komnas Ham membuat tim ini. Menurut saya bagus tapi saya tidak ada waktunya. Banyak yang lebih profesional untuk mengerjakan itu,” katanya. (HR/PN)

Comment