Mahfud MD: Kita Butuh Haluan Negara, Tapi Belum Tentu Namanya GBHN

Mahfud MD: Kita Butuh Haluan Negara, Tapi Belum Tentu Namanya GBHN

SHARE

Publik-News.com – Mantan Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan penyelenggaraan negara perlu memiliki pedoman untuk menentukan arah demi tercapainya cita-cita kebangsaan. Ia berpandangan, Indonesia dalam konteks saat ini masih membutuhkan haluan negara.

Mahfud menambahkan munculnya kesimpulan akan butuhnya haluan negara karena adanya banyak persepsi tentang proses pemerintahan yang semakin melenceng pada akhir-akhir ini.

“Kita masih butuh haluan negara, namun haluan negara saat ini belum tentu bernama GBHN seperti pada zaman orde baru,” ujar Mahfud dalam sesi seminar nasional di Jawa Timur, Sabtu (8/10/2016).

Mahfud menjelaskan tentang kesejarahan haluan negara disaat masa pemerintahan Soekarno dengan Soeharto yang menurutnya berbeda. Dalam persentasinya tersebut dinyatakan jika di jaman pemerintahan Soekarno, haluan negara bukan bernama GBHN sebagaimana era kepemimpinan Soeharto. Waktu itu, kata dia, haluan negara disebut Manipol atau dalam kepanjangannya Manifesto Politik sebagaiman tertuang dalam Ketetapan MPRS nomor II/MPRS/19600 tentang Garis-Garis Besar Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana Tahap Pertama 1961-1969 (GBPPNSB).

“Jadi meskipun dasarnya sama-sama pasal 3 UUD 1945, namun pemerintahan Orde Lama (pemerintahan Soekarn) dan Orde Baru (pemerintahan Soeharto) memberi nama dan masa. Keberlakuan yang berbeda atas haluan negara tersebut,” ungkapnya.

Mahfud menyatakan di era reformasi, sejatinya Indonesia juga memiliki haluan negara yang menjadi turunan dari UUD 1945. Menurutnya, hal itu sebagaimana amandemen yakni UU nomor 25. Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) dan UU nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).

“Jangkauan pembangunan Indonesia menurut UU SPPN dan UU RPJPN adalah 20 tahunan untuk jangka panjang. Lima tahun untuk jangka menengah, dan tahunan untuk jangka pendek,” paparnya. (Ahmad)

SHARE
Comment