Mahfud Minta Pemerintah Berhenti ‘Teror’ Mantan Anggota HTI

Mahfud Minta Pemerintah Berhenti ‘Teror’ Mantan Anggota HTI

SHARE

Publik-News.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Moh Mahfud MD mengaku setuju dengan pembubaran ormas Hizbut Tahrir Indonesia. Namun demikian, Mahfud tak terima jika mantan anggota HTI diperlakukan tidak proporsional dan bijaksana.

”Saya setuju HTI dibubarkan karena bersifat disintegratif. Tapi menurut saya tidaklah proporsinal dan tidak bijaksana jika para pegawai negeri sipil (PNS) atau dosen-dosen yang pernah menjadi pengikut HTI diminta mundur dari HTI atau mundur dari PNS,” kata Mahfud, Kamis (27/7/2017) di Jakarta

Mahduf menyebut ancaman terhadap mantan anggota HTI itu datang dari Mendagri Tjahjo Kumolo dan Menristek Dikti M Nasir. Menurut Mahfud, sikap menteri yang seperti ini yang tidak proporsional dan bijaksana.

”Alasannya, karena: Pertama, HTI sdh dibubarkan atau dinyatakan bubar. Kalau sekarang mereka disuruh mundur maka pertanyannya mundur dari HTI yg mana, wong organisasinya sudah tidak ada,” tegasnya.

“Kedua, sebelum HTI dibubarkan pengurus maupun anggota HTI tidak bisa dinilai telah ikut organisasi terlarang. Berdasar asas legalitas bergabungnya mereka sebelum HTI dilarang dan dibubarkan harus dianggap tidak melanggar hukum terkecuali melakukan tindakan-tindakan pidana yang sdh dilarang lebih dulu oleh undang-undang,”kata Mahfud.

Kemudian, di berbagai tempat banyak orang ikut HTI karena tidak tahu tujuan HTI melainkan hanya menganggap HTI sebagai majelis taklim atau organisasi dakwah saja.

”Jadi ini semua harus dipilah-pilah, toh mereka saudara sebangsa kita juga. Mereka justru harus dirangkul untuk hidup sebagai warga negara yang berdasar Pancasila secara baik. Kalau dimusuhi dan disudutkan bisa-bisa mereka masuk ke kelompok radikal baru. Saya kira kita tak perlu meneror mantan anggota HTI lagi. Lebih baik hidup rukun sebaga sesama anak bangsa,” kata Mahfud.(Fq)

 

 

SHARE
Comment