Mantan Menkopolhukam: Rakyat Bisa Lengserkan Jokowi Jika Tak Bisa Diingatkan

Mantan Menkopolhukam: Rakyat Bisa Lengserkan Jokowi Jika Tak Bisa Diingatkan

SHARE

Publik-News.com – Mantan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkopolhukam), Tedjo Edhy Purdijatno mengaku tidak ingin ada tindakan makar makar terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Namun jalur yang ditempuh untuk mengingatkan kesalahan pemerintahan saat ini bisa dilakukan dengan jalur konstitusi.

“Kita tidak berharap makar, tapi kita ingatkan (kesalahan pemerintahan) secara konstitusional,” kata Tedjo di Universitas Bung Karno, Jakarta, Minggu (20/11/2016).

Hanya saja jika tidak bisa diingatkan dengan jalur konstitusional, Tedjo menilai konstitusi rakyat bisa digunakan untuk melengserkan pemerintahan saat ini.

“Tapi kalau tidak bisa, maka kita naikkan menjadi ekstrakonstitusional dengan kekuatan rakyat, dan kita paksa untuk tumbang,” tegasnya.

Sikap Tedjo ini berkaitan dengan persoalan hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), apalagi kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif itu sudah membuat resah masyarakat.

“Masalah Ahok ini, kita tidak berbicara masalah etnis atau agama. Hanya umat menuntut penegakan hukum,” tandasnya.

Namun terkait dengan penanganan hukum yang dialamatkan kepada Ahok, Tedjo menilai apa yang dilakukan oleh Bareskrim Mabes Polri sebagai aparat penegak hukum, justru tebang pilih.

“Ini seperti ada diskriminasi, jika seseorang yang sudah jadi tersangka maka langsung ditangkap dan ditahan, tapi ini tidak, dan masih punya kesempatan untuk melakukan hal yang sama,” tandasnya lagi

Comment