Home Hukum Masa Penahanan Akan Diperpanjang, Sri Bintang Pamungkas Mengadu ke DPR dan IPU

Masa Penahanan Akan Diperpanjang, Sri Bintang Pamungkas Mengadu ke DPR dan IPU

Publik-News.com-Tersangka makar, Sri Bintang Pamungkas berencana akan mengadu ke International Parliamentary Union (IPU) karena haknya merasa dirampas selama berada dalam tahanan.

Alasan lainnya untuk mengadu ke IPU,  polisi akan memperpanjang masa penahanan Sri Pamungkas selama 30 hari ke depan mulai dari hari jumat besok, (23/12/2016)

“Beliau sudah perintah anak dia yang bernama Lisa di Jerman untuk melaporkan ini ke IPU,” kata pengacara Sri Pamungkas, Razman Arief Nasution kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (22/12).

Selain mengadu ke IPU, Sri Pamungkas rencananya juga akan meminta bantuan ke DPR dan komnas HAM

“Beliau katakan, ‘Ya kalau saya tetap dipaksakan, artinya dua kali hak saya dirampas, HAM.’ Jadi memang mau tidak mau kami harus bawa ini ke Komnas HAM, ke Komisi III DPR RI, dan Propam. Yang kemarin juga saya kira harus ditindaklanjuti,” paparnya.

Razman meyakini, dengan cara seperti ini penyidik nantinya akan mendengarkan keingininan dari Kliennya itu.

“Dulu waktu di masa Pak Harto dia juga pernah protes, kan dia juga pernah dulu berhadapan dengan Pak Harto dan dilaporkan ke IPU dan IPU berkirim surat ke Komisi III dan Ketua DPR RI Pak Wahono waktu itu,” sambungnya.

“Ini menurut beliau menambah keyakinan bahwa ada upaya-upaya yang tidak sehat dalam upaya penegakan hukum di negara ini,” lanjutnya.

Menurut Razman, dalam waktu dekat ini Lisa akan mengirimkan surat pengaduan ke IPU. Saat ini bahan dan keperluan lainnya sudah dipersiapkan

“Anaknya akan tanya ke kita pasal-pasalnya apa, kita beritahukan, kita infokan kronologinya, legal opinion, pendapat hukum kita sampaikan itu nanti mereka adu disana,” cetusnya.
yang

Menjadi permasalahan dalam kasus Sri Pamungkas ini, adalah berkaitan dengan  dikabulkannya penangguhan penahanan serta penetapan tersangka terhadap Sri Pamungkas.

“Misalnya ada orang ditahan, kemudian pasal yang disangkakan tidak tepat, setelah itu ada juga pemeriksaan saksi-saksi setelah 10 hari. Harusnya kan dua dulu alat bukti yang kuat kan, ini enggak. Setelah 10 hari baru dimintai keterangan saksi, baru digeledah dan lain-lain,” pungkanya (faruq)

 

 

Comment