Home Nasional Mayarakat Adat Tuntut Pemerintah Tutup PT Freeport

Mayarakat Adat Tuntut Pemerintah Tutup PT Freeport

60

Publik-News.com – Masyarakat Adat Independen hari ini menggelar demonstrasi di Bundaran Timika Indah, jalan Budi Utomo, Timika, Papua, Senin (20/3/2017). Aksi dengan jumlah massa 50 orang ini menuntut pemerintah segera menutup PT.Freeport

Kordinator aksi, Vinsen Oniyoma mengatakan malasah Freeport ini sudah sejak lama dirasakan. Namun, penyelesaiannya belum dirasakan sampai saat ini. Ia mengatakan masyarakat tidak pernah diajak untuk menyelesaikan masalah itu.

“Hal tersebut membuat munculnya banyak persepsi dan kepentingan di kalangan elit nasional Indonesia sampai ke Papua di mana mereka tidak pernah berbicara tentang situasi yang sebenarnya terjadi di masyarakat akar rumput yang mengalami dampak langsung darl keberadaan PT Freeport,” katanya.

sementara masalah yang selama ini merugikan masyarakat, Feerpot tidak pernah melibatkan dan menghargai hak-hak masyarakat adat dua suku besar, Amungme dan Kamoro sebagai pemilik hak ulayat

Selain itu, kata dia, adanya Freeport ini sudah merusak lingungan. Belum lagi, pelanggaran HAM, konflik sosial dan rusaknya tatanan hidup masyarakat

“CSR atau dana satu persen yang diberikan pun tidak membuahkan kesejahteraan, melainkan menimbulkan konflik internal di kalangan masyarakat akar rumput dikarenakan para elit memanfaatkan untuk kepentingannya, sementara masyarakat akar rumput tidak pernah merasakan dampak CRS itu sendiri hingga saat ini,” katanya

Aksi ini juga menuntut Freeport membayar upah dan pesangon dari pekerja yag telah dirumahkan atau yang sudah di PHK. Massa aksi juga meminta pihak Freeport bertanggungjawab atas kerusakan alam yang sudah berpuluih-puluh tahun melakukan pengerukan terhadap kekyaan yang ada di Papua. Sementara aksi ini mendapatkan pengawalan yang ketat dari aparat kepolisian. (Fq)

 

Comment