Menag Sampaikan Pesan Perdamaian dari Arafah

Menag Sampaikan Pesan Perdamaian dari Arafah

SHARE

Publik-News.com – Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin memberikan sambutan saar wukuf di Arafah. Dalam kesempatan ini, Menag selaku Amirul Hajj 1438H/2017M. Menurutnya, Arafah merupakan tempat yang mulya dan istimewa. Puncak dari ibadah yang sedang dilakukan. Banyak ulama mengatakan, di Arafah inilah puncak dari kesadaran setiap umat manusia untuk mengenali siapa dirinya. Karenanya, dia mengenali siapa Tuhannya.

“Haji adalah Arafah. Inilah tempat kita untuk berhenti sejenak dari seluruh aktivitas keduniawian untuk melakukan instrospeksi diri untuk lebih mengenali diri,” ujar Menag, Kamis (31/9/2017).

Menag melanjutkan, Rasulullah berpesan kepada kita untuk merawat persaudaraan. Janganlah sesama kita saling menumpahkan darah, saling merampas harta sesama. Harapannya sesama manusia saling memberikan perdamaian.

“Persaudaraan adalah sesuatu yang mendasar yang oleh Rasulullah dijadikan indikator kemabruran,” tutur Menag.

Menag menuturkan, ketika Rasulullah ditanya soal tanda kemabruran? Rasul menjawab: memberi makan kepada sesama dan menebarkan salam.

“Makan adalah kebutuhan mendasar, dan memberi makan kepada sesama adalah salah satu simbol kepedulian sosial,” ucapnya.

Menag menyampaikan, bahwa menebarkan kedamain itu itu esensi ajaran Islam. Menjadi tugas muslim untuk senantiasa mewujudkannya di lingkungan masing-masing.

“Saya mengajak kita semua untuk mendoakan, selain untuk diri, juga unik seluruh jemaah haji agar mereka bisa melaksanakan seluruh manasik haji dan mencapai kemabruran,” ajaknya.

Bagi Menag, dengan haji mabrur kita berharap kepekaan sosial di kalangan umat manusia semakin meningkat, dan dengan kemabruran sekitar 3 juta jemaah, mereka mampu menjadi duta perdamaian dalam ikut membangun peradaban dunia.

Doa dari seluruh tamu Allah untuk mendoakan saudara kita yang di Tanah Air dan di manapun di bumi ini untuk mamou meningkatkan kesejahteraan, kepedulian sosial, dan mampu menjaga persaudaraan sesama manusia

“Setajam apapun perbedaan di antara kita, jangan sampai mengoyak sisi kemanusiaan kita karena kita diikat persaudaraan sesama manusia,” ujarnya.

“Mudah-mudahan Arafah membawa kita semua pada kesadaran ini dan membawa kita untuk mampu mewujudkannya di lingkungan kita masing-masing,” ucapnya. (men)

Comment