Menangani Dilema Kios BBM Pertamini

Menangani Dilema Kios BBM Pertamini

SHARE

Maraknya kehadiran kios kios penjualan bahan bakar minyak yang diberi nama Pertamini, harusnya ditangkap sebagai peluang yang bisa menjadikan lapangan usaha baru dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Kios BBM Pertamini itu harusnya dijadikan pula peluang bagi Pemerintah untuk mencegah terjadinya penjualan BBM diluar SPBU dengan harga yang jauh dari HET yang ditetapkan Pemerintah.

Masyarakat perlu mengetahui bahwa Kios BBM Pertamini adalah kios BBM non Pertamina yang tidak ada hubungan serta keterikatan apapun dengan Pertamina.

Pemerintah dan Pertamina seharusnya melihat keberadaan kios bbm ini sebagai peluang bisnis dan bagian dari mata rantai distribusi.

Keberadaan kios BBM Pertamini yang telah ada saat ini dapat diyakini tidak memenuhi ketentuan yang diatur dalam UU 22 tahun 2001 tentang Migas.

Karena tidak memenuhi ketentuan yang berlaku, kualitas BBM dan akurasi takaran BBM yang dijual di kios Pertamini, tentu menjadi pertanyaan. Demikian pula terhadap peralatan dan faktor amannya peralatan juga masih tandatanya besar.

Pertamina sebaiknya segera melahirkan dan menangani kelahiran kios BBM yang memenuhi ketentuan peraturan yang berlaku.

Kios BBM yang ditangani Pertamina pasti akan menjamin kwalitas BBM dan harga jualnya.

Kepemilikan kios BBM itu nantinya juga harus dimiliki oleh usaha kecil perorangan dan jangan sampai dimonopoli oleh pihak tertentu.

Karena kios BBM ini bertujuan melahirkan lapangan pekerjaan dan usaha bagi usaha kecil perorangan, maka seharusnya Pemilik dan atau pemegang saham dari SPBU yang ada, tidak diperbolehkan menjadi pemilik kios BBM.

Disisi lain keberadaan dan sebaran kios BBM harus diatur hanya berada pada wilayah tertentu yang jauh dari SPBU yang terdekat.

 

Oleh: Sofyano Zakaria

(Penuslis adalahPengamat Kebijakan Enerji-Direktur PUSKEPI)

SHARE
Comment