Mendag Siap Stabilkan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan dan Idulfitri 1439H/2018

Mendag Siap Stabilkan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan dan Idulfitri 1439H/2018

SHARE

Publik-News.com – Pada Rapat terbatas yang berlangsung di Kantor Presiden Jakarta Pusat, Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada para pembantunya. Salah satu arahanya adalah soal stabilitas harga bahan kebutuhan pokok pada bulan Ramadhan dan Idulfitri 1439H/2018.

Arahan Jokowi tersebut langsung disambut oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita. Dia mengaku siap bekerja apa yang minta Jokowi tersebut. Menurut Menhub, yang sensitif adalah beras. Namun ia mengemukakan, dari sisi harga sudah mulai menurun, seiring dengan tersedianya pasokan. Ia menargetkan minimal adalah mencapai Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Bahwa kami juga akan mengupayakan seiring dengan tersedianya pasokan di bawah HET karena supply dan demand tentu akan menentukan,” kata Mendag seperti dilansir laman resmi setkab, Kamis (5/4/2018).

Menurut Enggartiasto, Kementerian Perdagangan akan mewajibkan seluruh pedagang beras di pasar tradisional menjual beras medium pada pertengahan bulan in . Apabila di daerah tersebut tidak memiliki stok, lanjut Enggar, beras medium maka pemerintah akan menyediakan yaitu melalui Bulog, dengan harga patokan yaitu Harga Eceran Tertinggi.

“Tidak ada alasan tidak ada stok dan tidak ada alasan harganya tidak mencapai itu, karena kami menyediakan kalau tidak ada,” ucapnya.
Kemudian minyak goreng, menurut Mendag, juga tidak ada masalah, karena Kementerian Perdagangan sudah meminta dan mewajibkan seluruh produsen minyak goreng sebanyak 20% dari total produksinya harus dijual dalam kemasan sederhana Rp11.000 per liter.

“Kita mengimbau juga mereka kemasan 0.5 liter tapi harganya menjadi Rp6.000 karena biaya pengemasannya, dan minyak goreng curah Rp10.500,” sambung Mendag seraya menambahkan, dari sisi supply tidak ada gangguan, karena Kementerian Perdagangan sudah memintakan untuk mereka dari jauh-jauh hari sudah mendistribusikan.

Kemudian gula, telur, dan daging ayam, menurut Mendag, tidak ada masalah. Namun justru ia khawatir justru harga yang terjun bebas terlalu jauh karena supply-nya berlebih.

Sementara itu, untuk daging, Mendag melaporkan bahwa daging beku disiapkan dengan harga Rp80.000 baik daging impor eks India maupun daging beku paha depan diimpor dari berbagai sumber, yaitu Australia, New Zealand, Meksiko, Spanyol, dan sekarang sedang dipersiapkan oleh Kementerian Pertanian melalui Dirjen PKH peninjauan dan penelitian Brazil.

Menurut Mendag, pemerintah hanya akan mengeluarkan izin impor daging paha depan dan sebagainya.

“Kalau paha belakang lebih dari Rp80.000 kita tolerir kalau mau dengan Rp80.000 alhamdulillah, bagi mereka yang bersedia menjual kepada konsumen dengan harga Rp80.000, kalau tidak kami tidak keluarkan izin impor. Dan kalau tidak ada yang mau saya impor sendiri yaitu BUMN kami akan suruh impor,” tegas dia. (PN)

SHARE
Comment