Mendagri Larang PNS Ikut Demo “Bela Islam” Jilid III

Mendagri Larang PNS Ikut Demo “Bela Islam” Jilid III

SHARE

Publik-News.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo tidak membolehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti aksi unjuk rasa damai “bela Islam” jilid III 2 Desember 2016. Sebaliknya, Tjahjo meminta agar ASN mendoakan bangsa dan negara

“PNS sebagai perekat bangsa wajib jaga stabilitas di daerah. Kalau mau mendoakan, silahkan saja. Namun doakan dari kantor di daerah masing-masing,” kata Tjahjo, Rabu (30/11/2016).

Menurut Tjahjo, larangan kepada ASN tidak ikut demo penistaan agama ini sesuai dengan apa yang diarahkan pemerintah, melalui Kapolri, Panglima TNI, Menteri Kordinator Politik dan Keamanan (Menkopolhukam) serta Kepala BNPT, pemerintah harus menjaga stabilitas di daerah.

Menurutnya, tugas mereka untuk terus melayani masyarakat. “PNS ini kan harus melayani masyarakat yang datang kekantor-kantor pemda,” papar Tjahjo yang juga politisi dari PDIP ini.

Dalam aksi yang akan berlangsung 2 Desember mendatang, Tjahjo menyatakan, tak ada unjuk rasa serta demonstrasi, melainkan doa bersama. Karena itu, ia mengimbau agar pelaksanaan kegiatan tersebut sebaiknya berlangsung di daerah masing-masing.

“Lebih baik berdoa bersama di daerah masing-masing. Daripada menghabiskan uang dan waktu untuk ke Jakarta,” ujar Tjahjo.

Dia menambahkan bahwa doa bersama nanti untuk keselamatan bangsa dan negara demi terjaganya Pancasila, UUD 1945 serta kemajemukan yang ada di Indonesia.

“Partai-partai politik nanti juga akan melaksanakan doabersama, diharapkan untuk saling menjaga doa bersama agar berlangsung tertib. Prinsipnya yang saya pahami, tidak ada demo, adanya hanya doa bersama,” pungkasnya.

Aksi unjuk rasa di Monas Jakarta ini diperkirakan bakal mancapai 3 juta orang. Mereka tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI). Mereka akan menuntut Gubernur DKI Jakarta non – aktif Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dipenjara karena sudah menyandang status tersangka penistaan agama. (Taufik)

Comment