Mengenal Kopi Nusantara

Mengenal Kopi Nusantara

SHARE

Kopi Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga terbesar di dunia dari segi hasil produksi. Memang kopi dan teh bukan komoditas asli Indonesia. Namun sejak dibawa

masuk ke Nusantara, kopi telah menjadi primadona di dunia. Indonesia diberkati dengan letak geografisnya yang sangat cocok difungsikan sebagai lahan perkebunan kopi. Letak Indonesia sangat ideal bagi iklim mikro untuk pertumbuhan dan produksi kopi. Kopi adalah minuman hasil seduhan biji biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk.Kopi merupakan salah satu komiditas di dunia yang dibudidayakan lebih dari 50 negara. Dua varietas pohon kopi yang dikenal secara umum yaitu Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Kopi Arabika (Coffea arabica).

 

  1. Kopi Gayo. Cita rasa kopi Aceh Gayo yang asli terdapat pada aroma kopi yang harum dan rasa gurih hampir tidak pahit. Bahkan rasa kopi Aceh Gayo melebihi cita rasa kopi blue montain yang berasal dari jamaika. Jenis Kopi Arabika merupakan jenis kopi terbanyak dikembangkan oleh para petani Kopi Gayo di dataran tinggi Gayo Aceh. Hasil produksi Kopi Arabika dari Tanah Gayo ini adalah yang terbesar di Asia. Kopi Aceh Gayo dihasilkan dari perkebunan rakyat di dataran tinggi gayo, Aceh tengah. Di daerah tersebut kopi ditanam dengan cara organik tanpa bahan kimia sehingga kopi ini juga dikenal sebagai kopi hijau (ramah lingkungan). Keberadaan kopi gayo juga tak lepas dari sejarah panjang penjajahan Belanda di Aceh bagian tengah pada awal abad ke 10. Pada tahun 1918 pemerintah Belanda menjadikan kopi gayo sebagai produk masa depan, hal ini seiring dengan tingginya minat pasar mancanegara terhadap keunikan cita rasa kopi gayo Aceh. Sebagian besar komoditas kopi arabika Gayo tersebut dikembangkan di tiga kabupaten yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.
  2. Kopi Mandheling – Sumatera Utara. Karakter rasa dari kopi mandheling secara umum lebih full body, medium acidity, sweet flavour dan fruity aroma. Saat ini para importir kopi dari berbagai negara sudah mulai melirik kopi ini. Kopi mandheling merupakan kopi khas dari Sumatera Utara, kopi ini terkenal dengan keistimewaan rasa, aroma dan kekentalannya. Di Sumatera Utara terdapat tiga daerah penghasil kopi terbaik yaitu Lintongnihuta, Mandailing, dan Sidikalang.
  3. Kopi Sidikalang – Sumatera Utara. Kopi sidikalang kerap disebut rajanya kopi di Sumatra. Bagi siapa yang belum terbiasa kopi, janganlah coba-coba menyeruput kopi Sidikalang jika tidak ingin jantung berdebar-debar kencang dan mata bisa melek sampai pagi. Salah satu pesaing kenikmatan kopi Sidikalang adalah kopi brazil, yaitu salah satu kopi terbaik di dunia. Sidikalang adalah ibu kota Kabupaten Dairi, terletak di daerah pegunungan nan sejuk. Menurut para ahli kopi, kekhasan Kopi Sidikalang didapat dari kombinasi hawa dingin dan jenis tanah di kawasan Bukit Barisan dengan ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut.
  4. Kopi Lintong – Tapanuli Utara. Lintong diambil dari nama daerah Lintong Nihuta, kabupaten Humbang Hasundutan di Tapanuli Utara. Kopi ini termasuk jenis arabika, yang menjadi ciri khas kopi arabika adalah rasanya yang lebih lembut (mild) tetapi terasa kental, memiliki aroma wangi dan rasa asam yang khas. Kopi ini cocok bagi anda pecinta kopi tubruk atau espresso. Untuk masalah kulitas, kita tidak perlu khawatir, kopi lintong adalah salah satu kopi terbaik yang telah diakui dunia. Salah satunya adalah Starbuck.
  5. Kopi Besemah – Pagaralam. Kopi Besemah adalah salah satu kopi yang paling digemari oleh penduduk di wilayah Sumatera Selatan, aroma dan rasanya yang gurih meninggalkan kesan tersendiri bagi penikmatnya. Mayoritas Kopi Besemah adalah jenis Robusta yang tumbuh di dataran tinggi di sekitar pegunungan & perbukitan. Yang paling terkenal dan dicari oleh penikmat kopi adalah Kopi Besemah yang berasal dari daerah Pagaralam yang tumbuh di perkebunan petani di sekitar lereng Gunung Dempo. Kopi Robusta yang berasal dari Pagaralam ini sejak dulu dikenal istimewa karena aromanya. Wanginya sudah tercium, bahkan sebelum kopinya diseduh. Para petani kopi setempat mengatakan bahwa kopi Pagaralam adalah salah satu kopi favorit Ratu Yuliana pada jaman Belanda dulu. Ratu Yuliana memang seorang pencinta kopi, dan tak pernah melewatkan satu hari pun tanpa kopi. Di Pagaralam, ada sebuah kebun kopi yang khusus dibuat untuk menghasilkan biji kopi terbaik, dan hasil panennya seluruhya dikirim ke dapur istana Sang Ratu dari Belanda ini. Letak kebun kopi yang menjadi kebanggaan rakyat Pagaralam ini terletak di sekitar Simpang Padang Karet. Selain itu ada juga Kopi Besemah dari daerah Kabupaten Muara Enim dan OKU Timur yang biasa disebut Kopi Semendo, juga dari seputar Kabupaten Lahat dan Empat Lawang meskipun jenis, aroma dan rasanya sama dengan Kopi Besemah dari daerah Pagaralam. Tempat penjualan kopi ini tersebar di beberapa tempat di berbagai wilayah di Sumsel. Salah satunya yang cukup terkenal adalah di daerah pecinan yang berdiri sejak jaman Sriwijaya di Pasar 16 ilir. Kopi yang dipesan langsung dipanggang pada saat itu juga, dibungkus, dan siap untuk dinikmati atau untuk oleh-oleh.
  6. Kopi Lampung. Jenis kopi yang dibudidayakan oleh kebanyakan petani kopi di daerah lampung adalah jenis Kopi Robusta. Sebagian besar perkebunan kopi Lampung di dataran tinggi Lampung merupakan perkebunan rakyat yang terpusat di daerah Lampung Tengah, Lampung Barat, dan daerah Tanggamus. Tanggamus adalah salah satu kabupaten penghasil kopi utama dari Provinsi Lampung. Nama tempat ini sendiri diambil dari nama Gunung Tanggamus (2.100 mdpl) tempat kabupaten itu berada. Perkebunan kopi memenuhi kaki hingga lereng gunung yang memiliki hutan lumut di puncaknya itu. Tanggamus memberikan kontribusi 40 persen dari total hasil kopi di Lampung. Seluruh perkebunan kopi ini dikelola oleh petani kopi yang sebagian besar merupakan perantau dari tanah Jawa. Kopi robusta adalah kopi utama yang ditanam di gunung yang menjadi favorit para pendaki di Lampung. Robusta Tanggamus memiliki ciri khas dibandingkan kopi di wilayah lain. Pasalnya, ini sangat bergantung pada kesuburan tanah di Tanggamus dan pengelolaannya yang menggunakan pupuk alami. Kopi Tanggamus ini bertekstur kasar, pahit, dan mengandung kafein yang tinggi. Banyak penikmat kopi yang kurang berminat mengonsumsi kopi robusta karena kandungan kafeinnya tinggi. Itulah yang menyebabkan pangsa pasarnya sedikit. Jadi jangan lupakan kopi lampung ini dikarenakan rasanya yang energik dan harum.

7.    Kopi Jawa. Kopi Jawa atau “Java” merupakan salah satu jenis kopi yang berpengaruh di dunia sampai-sampai “Java” merupakan slang bahasa Inggris untuk kopi. Produksi kopi di Jawa dimulai pada abad ke-17 oleh pemerintah kolonial Belanda dan Jawa menjadi salah satu produsen kopi terbesar di dunia sejak saat itu.

  1. Kopi Lanang. Kopi lanang bukan merupakan satu jenis biji kopi khusus namun sebutan untuk biji kopi yang bulat dan tunggal nggak terbelah seperti biji kopi pada umumnnya. Kopi ini banyak diproduksi di daerah Jawa Timur. Kadar kafeinnya yang sangat tinggi membuat penikmatnya jadi nggak mudah mengantuk.
  2. Kopi Toraja. Kopi Toraja merupakan kopi yang sebagian besar berasal dari Tana Toraja di sekitar daerah Kalosi. Kopi ini sangat terkenal. Kopi toraja adalah kopi yang memiliki kandungan asam rendah dan memiliki badan yang berat. Kelebihan kopi toraja dengan kopi yang lain adalah: memiliki rasa asam khas yang tidak dimiliki oleh kopi jenis robusta, aroma lebih harum dan terkesan memiliki soft aroma, memiliki rasa kental saat disesap di mulut, memiliki rasa mild dan kopi ini terkenal mempunyai taste yang pahit mantap. Kopi Sulawesi dan kopi Sumatera memiliki rasa khas yang serupa, seperti rasa tanah dan hutan. Rasa tersebut muncul karena terpengaruh pemrosesan setelah biji kopi dipetik.
  3. Kopi Bali Kopi Bali atau Kintamani merupakan kopi arabika yang terasa lembut dan manis. Kopi ini memiliki cita rasa buah-buahan yang asam dan segar. Hal tersebut terjadi dikarenakan tanaman kopi di Bali Kintamani ditanam bersamaan dengan tanaman lain seperti aneka sayuran dan buah jeruk. Kopi jenis ini menggunakan sistem ‘tumpang sari’ bersama dengan jenis tanaman lain. Itu kenapa biji kopinya meresap rasa buah-buahan seperti jeruk. Selain memiliki cita rasa ‘buah’, kopi Bali Kintamani memiliki cita rasa yang lembut dan tidak berat. Kopi ini diproduksi dalam sistem Subak Abian yang mendorong pengolahan kopi secara organik dan kerja sama. Kopi ini sudah mendapatkan sertifikasi Indikasi Geografis dari CIRAD (Centre de Cooperation en Recherches Agronomiques pour le Developpement/Pusat Kerjasama dalam Penelitian Pertanian untuk Pembangunan Internasional, Perancis) sebagai kopi unik yang berasal dari Bali.
  4. Kopi Flores Bajawa. Flores terkenal dengan keindahan alamnya yang menakjubkan, siapa sangka daerah ini ternyata juga menghasilkan kopi yang tak kalah nikmatnya. Kopi Flores Bajawa adalah kopi yang berasal dari Kabupaten Ngada. Kopi ini tumbuh di dataran Flores yang subur meskipun di kelilingi oleh pegunungan yang masih aktif maupun tidak. Tanah tempat kopi ini dihasilkan ternyata mengandung andosols subur dari abu gunung berapi yang ternyata sangat baik untuk menanam kopi. Dan jadilah kopi Flores Bajawa yang nikmatnya tak kalah dengan kopi nusantara lainnya. Kopi Flores Bajawa biasanya melalui proses giling basah. Kopi ini memiliki sedikit aromafruitydan sedikit bau tembakau pada after taste-nya. Sebuah keunikan yang mungkin tak didapatkan dari biji kopi yang berasal dari daerah lain.
  5. Kopi Papua Wamena. Kopi Wamena atau kopi Papua pada umumnya merupakan jenis Arabika. Perkebunan-perkebunan yang terkenal berada 1.500 kaki dari pantai dengan suhu 20–25 derajat celsius. Kopi-kopi ini merupakan kopi organik dengan kualitas terbaik. Karena tanah Papua yang masih sangat subur, kopi yang dihasilkan sangat baik. Aroma kopinya harum, halus, dan memilikiafter taste(rasa yang muncul setelah minum kopi) yang sangat manis, dengan cita rasa ringan, keharuman tajam yang nikmat, dan tingkat keasaman yang rendah. Di antara kopi Arabika lainnya, kopi ini mengandung kafein paling sedikit dan tekstur yang nyaris tanpa ampas. Yang membuat kopi ini berkualitas tinggi adalah para petani menanam kopi ini secara organik karena tidak menggunakan bahan-bahan kimia yang tentu bisa memengaruhi kopi yang akan dihasilkan. [wikipedia.com/ seputarmakan.com/ bisangopi.com/ sendokgarpu.com/ loop.co.id/ ottencoffee.co.id]
SHARE
Comment