Home Ekonomi Kreatif Menhub Sebut Ada Persaingan Kurang Sehat Soal Tarif Taksi Online

Menhub Sebut Ada Persaingan Kurang Sehat Soal Tarif Taksi Online

55

Publik-News.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal ngotot menerapkan aturan tarif batas atas dan bawah untuk moda transportasi online. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menegaskan, selama ini, kebijakan tarif yang dijalankan moda transportasi berbasis daring atau online sangatlah tidak sehat. Alhasil, taksi konvensional menjadi kalah bersaing dengan taksi online.

“Sekarang ini ada iklim kurang sehat untuk kompetisi, dengan melakukan suatu diskon dan sebagainya. Ini kan membuat struktur pembiayaan atau struktur investasi tidak baik,” kata Menhub Budi kepada wartawan di Hotel Ritz Charlton, Jakarta, Rabu (22/03/2017).

Akibatnya, kata mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II itu, terjadi ketidaksetaraan antara taksi online dan konvensional. Hal inilah yang dipandang pemerintah perlu dibenahi agar tercipta suatu iklim usaha yang berkeadilan.

Selanjutnya, kata Menhub Budi, skema tarif batas atas dan bawah diterapkan pula untuk taksi online. Agar terjadi kompetisi usaha yang sehat di sektor transportasi di tanah air.

“Tapi kalau kita koordinir suatu skema yang baik ada pola pembatasan tarif dengan sendirinya tidak terjadi suatu perang tarif. Kalau perang tarif tidak terjadi iklim usaha akan lebih baik,” katanya.

“Transportasi online tidak mendominasi tapi memberikan kesempatan kepada konvensional. Di sisi lain, kemajuan online mendorong angkutan konvensional melakukan improvement. Apakah mau jadi online juga. Apakah servis diperbagus sehingga konsumen merasakan ada tambahan. Sekarang dapat diskon itu sesaat, tidak akan perang tarif berlaku terus,” tandasnya. (IN)

Comment