Menikah Itu Pakai Ilmu, Tidak Cukup Hanya Dengan Cinta

Menikah Itu Pakai Ilmu, Tidak Cukup Hanya Dengan Cinta

SHARE

Belakangan ini sedang hangat sekali diperbincangkan di media masa maupun di media sosial tentang perayaan Bridal shower yaitu sebuah perayaan yang dilakukan oleh teman dari calon pengantin perempuan sebelum melepas masa lajangnya, dalam perayaan ini teman dari calon pengantin memberikan kejutan, kado dan tidak tinggal yaitu pernak-perniknya, agak nya hampir sama dengan kejutan ulang tahun, begitulah fenomena yang terjadi didalam masyarakat indonesia pada saat sekarang ini, menikah memang impian bagi setiap orang yang sudah cukup mapan untuk melangsungkannya, tetapi perlu dipahami bahwa menikah bukanlah hal yang main-main seperti hanya ingin mendapatkan kejutan Bridal shower atau seperti perlombaan yang harus segera mendapatkan predikat juara pertama, menikah merupakan suatu peristiwa yang penting bagi kehidupan seseorang, karena menikah merupakan gerbang untuk menuju surga dan jalan yang halal untuk membangun generasi yang lebih baik untuk masa depan agama, bangsa dan negara.

Dalam UU No.1 tahun 1974 dan menurut KUH Perdata atau Burgerlijk Wetboek, Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Bagi sebagian masyarakat menikah itu bukan hanya perihal mempersatukan secara halal laki-laki dan perempuan tetapi mempersatukan dua keluarga dan adat dan budaya. Setiap orang pasti mengharapkan pernikahan yang sekali seumur hidup atau hingga akhir hayat, oleh karena itu sebelum melangsungkan pernikahan ada baiknya melakukan pesiapan, yakni memperbaki diri, mungkin kita sering mendengar bahwa jodoh adalah cerminan diri seperti firman Allah di dalam surat an-nur (26) yang artinya :

“Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik”

Oleh karena itu jika mendambakan pasangan hidup yang baik tingkah lakunya maka kita harus lah baik tingkah lakunya dan bergaul dengan orang-orang yang baik pula, karena menikah itu bukan untuk bulan, atau tahun tapi hingga akhir hayat, menikah adalah tempat dimana seseorang akan menemukan ketentraman dan kedamaian jiwa, dan akan menjadi neraka dunia jika seseorang salah dalam memilih pendamping hidup.

Didalam ajaran islam ada namanya proses Ta’aruf , Ta’aruf adalah sarana menggali informasi tentang laki-laki atau pun perempuan yang akan dijadikan pendamping hidup, proses pengenalan ini dibutuhkan sebelum masuk ke jenjang yang lebih serius, seperti yang sering kita dengar kita harus mengetahui Bibit, Bebet dan Bobot hal ini sama penting nya untuk diketahui oleh laki-laki dan perempuan, karena kita harus mengetahui latar belakang keluarga, karena bagaimana didikan orang tua sangat berpengaruh kepada anak saat ia dewasa, selain itu hubungan sosialnya dalam masyarakat , minsalkan pasangan yang berbeda adat dan budaya, ini diperlukannya pemahaman lebih mendalam tentang budaya dan adat istiadat tersebut, bertujuan untuk tidak menimbulkan masalah dikemudian hari, perihal pekerjaan, karena dalam hidup berumah tangga perihal ekonomi itu sangat berkaitan erat dengan membiayai kebutuhan keluarga.

Setiap orang pasti mempunyai beberapa kriteria calon pendamping hidup, seperti rupawan, memiliki status sosial yang tinggi dalam masyarakat, tetapi akan lebih baik jika laki-laki memilih perempuan yang memiliki pengetahuan tentang agama, karena baik atau buruknya generasi dimasa depan itu dimulai dari memilih pendamping hidup, perempuan memiliki posisi yang strategis dalam mendidik anak, memberikan asupan gizi yang baik untuk anak, dan perempuan juga adalah guru pertama bagi anak, selain dari pada itu, perempuan juga harus tau apa kewajibannya sebagai seorang istri, bahwa seorang perempuan yang sudah menikah adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab suami, begitu juga dengan perempuan dalam hal memilih pendamping hidup, perempuan pilihlah calon suami yang memiliki pengetahuan agama serta memiliki wawasan yang luas, mapan secara finansial, karena meningkatkan angka perceraian di indonesia beberapa tahun belakangan ini selain penyebabnya adalah perselingkuhan ternyata masalah ekonomi menjadi pemicu utama peningkatan angka perceraian di indonesia, selain itu pilihlah laki-laki yang bertanggung jawab karena suami adalah imam dan melindungi keluarga.

beberapa bulan yang lalu telah terjadi perceraian sepasang suami istri, usia pernikahannya masih hitungan bulan, permasalahannya adalah, sang istri adalah anak kesayangan orang tuanya, sehingga tidak mau melayani suaminya, seperti melayani suami saat makan, mencuci pakaian, namun ketika ia di tegur oleh suaminya ia malah mengusir suaminya.

Dari permasalahan diatas kita dapat mengambil hikmahnya, yaitu didikan orang tua, kemudian perempuan sebelum menikah harus lah mengetahui apa kewajiban dan perannya sebagai istri, setiap perempuan pasti sepakat bahwa menikah bukan mencari asisten rumah tangga, tetapi seseorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah SAW bagaimanakah perempuan yang baik, Rasulullah SAW bersabda :

“Yng menyenangkan hati suami bila dipandang, menta’ati suami bila diperintah, dan tidak menyelisihi diri dan hartanya pada hal-hal yang tidak disukai suaminya”

Dengan demikian harus digaris bawahi bahwa, menikah itu bukan hanya tentang cinta, bukan tentang rupawan, bukan tentang harta atau status sosial, tapi menikah itu tentang ibadah, menyatukan laki-laki dan perempuan dari perbedaan untuk menlindungi keduanya dari perbuatan yang dimurkai oleh allah, sehingga apapun aktivitas mereka setelah menikah menjadi ibadah, seperti istri yang melayani dan memenuhi kebutuhan suami, atau suami yang mencari nafkah, maka bila keduanya bisa saling melengkapi maka akan terwujudnya keluarga yang keluarga yang Sakinah, Mawadah, Rahmah dan untuk mewujudkan itu semua dimulai memperbaiki diri dan memilih calon pendamping hidup, rupawan atau penampilan fisik saja tidak cukup untuk menjadikan seseorang sebagai pendamping hidup, karena fisik itu sementara sifatnya karena seiring berjalannya waktu perempuan yang cantik dan laki-laki yang tampan akan menua, kulitnya yang putih bersih dan mulus akan keriput, tubuhnya yang tegap akan membungkuk, memang manusiawi jika seseorang memilih dan mendambakan pasangan hidup yang cantik atau pun tampan, karena yang indah memang menyejukkan pandangan tetapi itu sementara sifatnya.akan lebih baik lagi jika, keindahan fisik tersebut dibarengi dengan kecerdasan intelektual, sosial, spiritual dan kepribadian dan mental yang baik, karena itu semua bukan hanya dibutuhkan secara duniawi saja akan tetapi hingga akhirat, artinya menikah itu tidak cukup bermodalkan cinta, menikah itu butuh ilmu.

Sehingga dalam memulai manjalankan rumah tangga dengan ilmu dan pengetahuan agama akan menjadikan Baity Jannatydimana akan menemukan orang yang saling mengasihi dan saling melengkapi, artinya jika hidup dalam berumah tangga yang setiap hari akan menghabiskan waktu bersama, mengetahui kebiasaan masing-masing, jika dari pertamanya sudah dibentengi dengan ilmu dan agama maka semua akan terasa indah, karna kita sering mendengar sholat itu adalah tiang agama, seperti itu juga pernikahan, agama adalah tiang pernikahan, supaya sepasang suami istri yang hidup serumah akan saling mengasihi, melahirkan dan mendidik generasi yang lebih baik untuk masa depan.

Oleh: Kirana Pungki Apsari

SHARE
Comment