Menlu: Pengakuan Jerusalem Jadi Ibu Kota Israel Pancing Instabilitas Timur Tengah

Menlu: Pengakuan Jerusalem Jadi Ibu Kota Israel Pancing Instabilitas Timur Tengah

SHARE

Publik-News.com – pembicaraan dan komunikasi dengan para menteri luar negeri negara-negara muslim, terutama anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) terus dilakukan, selain itu juga berusaha untuk mengirimkan pesan dan mencoba komunikasi dengan Amerika Serikat.

Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12/2017).

“Pada hari ini, kita memperoleh informasi bahwa kemungkinan, sekali lagi ini masih kemungkinan, bahwa pengumuman itu akan dilakukan oleh Presiden Trump pada pukul 01.00 PM Washington DC hari Rabu yang berarti hari Kamis, 1 PM malam nanti,” ujar Menlu.

Sekali lagi, lanjut Menlu, ini informasi yang diperoleh dan akan dikomunikasikan kembali. Ia menambahkan bahwa tadi di sela-sela rapat tetap melakukan komunikasi dengan beberapa menteri luar negeri negara muslim mengenai masalah ini.

“Sekali lagi kita sangat mengkhawatirkan pengumuman tersebut karena pengakuan Jerusalem sebagai ibu kota Israel itu akan sangat membahayakan proses perdamaian dan akan membahayakan perdamaian itu sendiri. Akan memancing instabilitas bukan hanya di Timur Tengah tetapi di wilayah-wilayah lain,” lanjut Menlu.

Untuk itu, Menlu mengaku terus berkomunikasi dan kemungkinan besar OKI akan melakukan special session mengenai masalah tanggal.

“Tadi saya berbicara, antara lain dengan Menlu Yordania, Menlu Turki. Dan kita juga, saya juga membicarakan mengenai perlunya negara-negara OKI untuk segera duduk dan membahas masalah ini,” pungkas Menlu. (Ses/PN)

SHARE
Comment