Menperin Minta Daihatsu Jepang Tingkatkan SDM dan Litbang di Indonesia

Menperin Minta Daihatsu Jepang Tingkatkan SDM dan Litbang di Indonesia

SHARE

Publik-News.com – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meminta kepada perusahaan otomotif asal Jepang, Daihatsu Motor Co., Ltd. untuk memperbanyak peserta program Intra Company Transferee (ICT) dari Indonesia. Hal ini untuk mempercepat proses alih teknologi ke Indonesia agar menjadi negara yang terdepan dalam pembangunan industri kendaraan terutama di ASEAN.

Demikian disampaikan Menperin dalam pertemuan dengan direksi Daihatsu Motor Co., Ltd. yang dipimpin oleh Presiden Direktur Daihatsu Motor Co., Ltd. Masanori Mitsuiketika mengunjungi Daihatsu Technology Center di Shiga, Jepang. Pada kesempatan tersebut, Menperin didampingi Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan serta Presiden Direktur Astra Daihatsu Motor Indonesia Sudirman MR.

“Kami memberikan apresiasi Daihatsu Motor Co., Ltd. atas program pelatihan ini karena akan meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan kemampuan karyawankita yang andal di bidang teknologi otomotif terkini,” tegas Airlangga dalam siaran persnya, Sabtu (15/10/2016)

Di samping itu, program ICT diharapkan juga dapat mendorong percepatan transformasi pendidikan vokasi di Tanah Air. “Hal itu bisa dilaksanakan melalui kolaborasi dengan sekolah menengah kejuruan dan politeknik di Indonesia,” lanjutnya.

Poin lain yang disampaikan Menperin, yakni Daihatsu diminta untuk terus mengembangkan fasilitas penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) Daihatsu di Indonesia seperti yang ada di Jepang.

“Kegiatan R&D Daihatsu di Indonesia selama ini dimanfaatkan untukkepentingan dalam negeri maupun ASEAN,” jelasnya.

Di sisi lain, Menperin mendorong Daihatsu agar terus menciptakan model terbaru seperti mobil yang menggunakan energi efisien, mengingat Daihatsu terbukti unggul dalam penerapan teknologi tersebut. “Semoga dalam produksinya dapat lebih banyak melibatkan tenaga-tenaga engineer lokal agar produk Daihatsu terus mengakar di Indonesia,” harap Airlangga.

Rencananya Toyota Motor Corp dan Daihatsu Motor Corp akan mendirikan perusahaan patungan baru pada awal Januari 2017 untuk mengembangkan dan memasarkan mobil kompak di Indonesia. Mobil kompak atau compact car merupakan mobil berukuran kecil dengan kapasitas penumpang maksimal lima orang dan memiliki mesin berukuran 1.000-1.500cc.Produk ini akan dipasarkan di negara berkembang sebagai upaya memperluas penguasaan pasar di Asia.

Sementara itu, proyek gabungan Toyota-Daihatsu telah dimulai dengan investasi sebesar Rp 2,4 Triliun untuk memproduksi kendaraan Daihatsu Sigra and Toyota Calya. Model kendaraan ini diperkenalkan pada tanggal 2 Agustus 2016 di PT Astra Daihatsu Motor Karawang Plant, Karawang, Jawa Barat.

Pabrik yang memproduksi kedua model kendaraan tersebut memiliki kapasitas 200 ribu unit per tahun. Pengembangan produknya telah melibatkan sekitar 178 pemasok komponen lokal pada tier-1 dan sebanyak 890 pemasok komponen lokal untuk tier-2. Sehingga nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) saat ini mencapai 94 persen dan menyerap tenaga kerja 600 ribu orang.

Menperin pun menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengembangkan industri bahan baku otomotif khususnya di sektor baja. “Pabrik baja di Indonesia saat ini telah mampu memproduksi kebutuhan bahan baku industri otomotif,” ungkapnya.

Comment