Merasa Didholimi, Paslon Bupati Muna LM. Baharuddin-La Pilih Ajukan Gugatan ke MK

Merasa Didholimi, Paslon Bupati Muna LM. Baharuddin-La Pilih Ajukan Gugatan ke MK

SHARE

PublikNews.com – Saling gugat antar pasangan calon bupati dan calon wakil bupati, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggar kembali terjadi. Gugatan diajukan kepada Mahakmah Konstitusi (MK).

Kali ini, adalah pasangan nomor urut 3 LM. Baharuddin-La Pilih yang mengajukan gugatan ke MK. Pada awalnya, pasangan ini memenangkan kompetisi melalui jalur demokratis di Kabupaten Muna. Tapi Baharuddin-La Pilih kemudian dikalahkan setelah pasangan calon nomor urut 1 Rusman Emba-Malik Ditu mengajukan gugatan ke MK dan MK memerintahkan untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Padahal, jika mengacu pada Hasil Rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Muna, maka di sana terlihat paslon Baharuddin-La Pilih yang menjadi juara kompetisi pesta demokrasi loka lima tahunan yang digelar secara serentak 2015 silam tersebut.

Lalu bagaimana caritanya? Berikut kronologis singkat Pelaksanaan Pemilukada Serentak di Kabupaten Muna pada 9 Desember 2015 silam seperti disampaikan LM. Baharuddin di Sofyan Hotel, Jakarta, Senin (18/7).

A. Pemilukada di Kabupaten Muna diikuti oleh tiga pasangan calon. Mereka adalah Rusman Emba-Malik Ditu sebagai pasangan nomor urut 1. Sementara pasangan nomor urut 2 adalah La Ode Arwaha Ady Saputra-La Ode Samuna. Adapun pasangan nomor urut 3 adalah LM. Baharuddin-La Pilih.

Berdasarkan Hasil Rekapiltulasi KPU Kabupaten Muna pada 19 Desember 2015, Rusman Emba-Malik Ditu memperoleh 47.434 suara. Sementara pasangan La Ode Arwaha Ady Saputra-La Ode Samuna memperoleh Putra Muna 5.408 suara. Adapun pasangan LM. Baharuddin-La Pilih memperoleh 47.467 suara.

Jika dihitung perolehan suara secara keseluruhan dari tiga pasangan calon mencapai 100.309 suara. Dengan begitu, paslon nomor urut 1 dapat dikatakan kalah 33 suara kapada paslon nomor urut 3 jika didasarkan pada hasil rekepitulasi KPU Kabupaten Muna.

Namun, Paslon nomor urut 1 kemudian mengajukan gugatan kepada Mahkamah Konstitusi (MK). Dan MK memutuskan agar digelas Pemungutan Suara Ulang (PSU) dengan alasan terjadi pemilih ganda dua orang yang memilih di TPS 4 Kelurahan Raha 1 dan TPS 4 Kelurahan Wampokini serta pemilih daru luar wilayah 5 orang yang berada di TPS 1 Desa Marabo.

B. Pelaksaan PSU 3 TPS atau PSU jilid I digelar pada 22 Maret 2016.

Adapun hasil suara di 3 TPS itu, pasangan LM. Baharuddin-La Pilih unggul 1 suara.
Bahwa pada pelaksanaan PSU di 3 TPS banyak pelanggaran yang ditemukan. Antara lain adanya pemilih ganda di 2 TPS PSU yang berjumlah 6 orang pemilih, adanya pemilih dari luar wilayah di 2 TPS PSU sebanyak 17 orang pemilih, adanya keberpihakan oknum aparat kepolisian, adanya money politik yang masif di TPS PSU yaitu TPS 1 desa Marobo, adanya intimidasi oleh tim paslon nomor urut 1 kepada tim paslon nomor urut 3.

Bahwa berdasarkan beberapa pelanggaran yang ditemukan saat pelaksanaan PSU di 3 TPS maka MK memutuskan lagi untuk pelaksanaan PSU di 2 TPS, yaitu TPS 4 kelurahan Raha 1 dan TPS 4 Kelurahan Wanponiki.

C. Pelaksanaan PSU di 2 TPS atau PSU Jilid II pada 19 Juni 2016 .

Pasca putusan MK, KPU Muna diperintahkan untuk melakukan validasi faktual DPT berdasarkan surat edaran KPU dengan nomor: 251/KPU/V/2016 dan surat edaran Nomor 300/KPU/VI/2016. Berdasarkan kedua surat edaran dan serta hasil validasi lapangan DPT di 2 TPS maka terdapat sebanyak 214 yang memenuhi syarat di TPS 4 Kelurahan Wamponiki dab 381 yang memenuhi persyaratan di TPS 4 Kelurahan Raha 1.

Bahwa PSU jilid II dilaksanakan pada 19 Juni 2016, dan berdasarkan hasil rekapitulasi yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Muna di 2 TPS tersebut, Paslon nomor urut 3 hanya unggul 3 suara di TPS 4 Raha 1. Bahwa selisih suara 2 TPS adalah 375-355 = 20 suara, kekalahan di TPS 4 Kelurahan Wamponiki diakibatkan banyak pelanggaran.

Berikut pelanggaran yang dilakukan paslon nomor urut 1 dan ditemukan paslon nomor urut 3.
1. Ditemukan sejumlah pemilih yang tidak memenuhi syarat sebagaimana termuat dalam pertimbangan hukum dan amar putusan MK tetap diperbolehkan memilih pada PSU 19 Juni 2016.
2. Ditemukan banyak pemilih yang sudah pindah domisili atau KTP nya sudah yidak berlaku lagi atau pada saat divalidasi faktual.
3. Bahwa pada saat rapat bersama di KPU Kabupaten Muna untuk menentukan yang berhak memilih dan yang tidak berhak memilih, Paslon nomor urut 3 selalu menyampaikan saran dan keberatan agar selalu dipertimbangkan validasi faktual DPT yang didapatkan di lapangan. Namun KPU Kabupaten Muna tidak memeprtimbangkan apa yang menjadi saran tim pihak terkait tersebut.
4. Bahwa adanya intervensi dan tekanan dari paslon nomor urut 1 untuk membagikan lagi formulir C6. Ulang-KWK setelah 18 Juni 2016.
5. Ditemukan adanyak pemilih yang tidak lain adalah paslon nomor urut 1 atas nama Ir. H. Abd Malik Ditu, M.Si memiliki dokumen kependudukan ganda di TPS 4 Kelurahan Raha 1 dan TPS 13 Kelurahan Kebon Baru Kecamatan Tebet Jakarta Selatan dan Ir. H. Abd Malik Ditu, M.Si.
6. Bahwa KPU kabupaten Muna tidak menghargai putusan MK dengan meloloskan 17 nama yang telah diputuskan dalam putusan MK namun memilih pada PSU pada 19 Juni 2016.
7. Bahwa form C6. Ulang-KWK yang beredar sampai 18 Juni 2016 berjumlah 273 dan pada 19 Juni 2016 berubah menjadi 320, sehingga ada penyaluran C6. Ulang-KWK sebanyak 320-273=47 lembar yang tidak diketahui oleh paslon nimir urut 3 dan saksi paslon nomor urut 2, penyaluran C6.Ulang-KWK sebanyak 47 lembar hanyalah diketahui oleh saksi paslon nomor urut 1 dan tanpa adanya berita acara. Serta ditemukan 4 pemilih ganda.
8. Bahwa ada insiden yang sengaja diciptakan oleh paslon nomor urut 1 bersama aparat kepolisian di mana aparat kepolisian membiarkan masuk tim paslon nomor urut 1 yaitu La Ode Hasid Pedansa dan Muh Amrin bersama yang lainnya memaksakan kehendak agar pemilih yang sudah tidak bersama dalam DPT, namun tidak dapat dilakukan karena ada komisioner KPU Muna yang bertugas dan memantau pemilih yang tidak memenuhi syarat tersebut akibatnya anggota KPU Muna atas nama Rakhmat Andang Jaya dikeluarkan dari TPS 4 Kelurahan Wanponiki atas desakan dari Tim paslon nomor urut 1 dan diamini oleh pihak kepolisian dengan alasan keamanan. Padahal yang bersangkutan sedang melaksanakan tugas sesuai arahan KPU RI khususnya yang mengkroscek pemilih-pemilih yang tidak memenuhi syarat yang kemungkinan memilih.

Sehingga jika KPU Muna tidak meloloskan 11 dari 17 pemilih yang telah di putus MK ditambah 4 pemilih ganda dan ditambah lago 47 pemilih yang disalurkan C6.Ulang-KWK tanpa pleno dan melewati tahapan dan jadwal, maka pasangan paslon nomor urut 3 seharusnya unggul dengan perolehan suara 11 + 4 + 47 = 62 suara dan kekurangan dengan selisih suara di 319 TPS sebanyak 13 suara maka keunggulannya adalah 62 – 13 = 49 suara.

Untuk diketahui, MK bakal menggelar sidang perdana gugagatan yang diajukan paslon LM. Baharuddin-La Pilih pada Selasa (19/7) besok. Menurut Jadwal yang paslon LM. Baharuddin-La Pilih ketahui, sidang digelar pada pukul 15:00 WIB.

(Hurri Rauf)

SHARE
Comment