Merdekalah, Semua Kebutuhanmu Telah Ada Pada Dirimu

Merdekalah, Semua Kebutuhanmu Telah Ada Pada Dirimu

SHARE

Adalah kehendak Allah ketika negeri ini menjadi hancur dan terkuaknya semua kebobrokan. Bersyukurlah Allah memberikan kita kesempatan untuk belajar dan mengerti akibat dari kesalahan-kesalahan yang sudah dibuat yang merusak dan menghancurkan negeri ini.

Tidak usah kita saling tuding dan unjuk jari sebab kita pun bisa saja terlibat di dalam penghancuran terhadap negeri ini. Sekarang tergantung pada diri kita sendiri, maukah kita belajar dan mengerti? Maukah kita mengakui kesalahan kita sendiri dan mengubah diri menjadi lebih baik?

Kita tidak perlu congkak dan bersikukuh merasa bahwa kita lebih baik dan bisa mengubah negeri ini, mengkritik dan menghujat semua yang lain dan merasa paling benar. Kita tidak tahu apa-apa, kita tidak pernah tahu yang sebenarnya dan sesungguhnya. Kita sudah bodoh terjebak dengan permainan duniawi dan terlalu angkuh untuk mengakui kebodohan dan kesalahan kita sendiri.

Uang tidak bisa mengubah negeri ini menjadi lebih baik, sebab bukan uang yang bisa mengubah keadaan negeri ini. Allah baru mau akan mengubah keadaan negeri ini bila kita mau berubah menjadi lebih baik.

Jangan pernah takut untuk membuat gagasan, ide, pemikiran, teori2 baru yang baik bagi negeri ini walau sekarang dianggap irasional. Jangan terjebak dengan pola2 yang sama yang sudah diterapkan sekian ratus tahun dan terbukti salah walau para ahli dan pemikir meyakini kebenarannya. Mereka yang benar modern dan visioner tidak takut dianggap salah dan irasional saat ini karena mereka hidup di masa depan.

Lebih baik sekarang kita bercermin saja, dan bertanya apa semua keburukan dan kesalahan kita selama ini. Beranikan diri untuk mengakui dan menghadapinya, introspeksi diri dan lakukan perubahan diri.

Biarlah seluruh dunia ini menghujat, mengecam, memarahi, menuding, dan mentertawakan kita, bebaskanlah semua pikiran dengan memerdekakan diri dari semua ketakutan terhadap mereka. Takutlah hanya padaNya.

Beranilah untuk berbeda dan menjadi Indonesia yang sejatinya. Jangan terbuai oleh pemikiran-pemikiran asing yang nampak hebat dan luar biasa itu. Ingatlah, bahwa lampu pijar nampak lebih terang di malam hari, tetapi bisa menyesatkan. Ada bulan di atas sana yang meski tidak segemerlap lampu pijar, tetapi tidak akan pernah menyesatkan.

Banggalah dan hargailah diri sendiri sebagai Indonesia. Hormatilah Indonesia dan seisinya sebagai anugerah terbaik dan terindah dari Allah. Perlakukanlah dengan rasa hormat dan dengan segala kerendahan hati. Indonesia adalah milik Allah, dan kita semua pun adalah milikNya.

Biarlah semua perbuatan, pemikiran, dan ucapan diniatkan dan diujukan sebagai ibadah, hormat, sujud, dan cinta kepadaNya bukan karena pahala, uang, kedudukan, jabatan, dan apa pun selain karenaNya.
Oleh: Mariska Lubis

Comment