Meski Divonis, KAI Ingatkan Kasus Ahok Belum Selesai

Meski Divonis, KAI Ingatkan Kasus Ahok Belum Selesai

SHARE

Publik-News.com – Kongres Advokat Indonesia (KAI) mengingatkan jika kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok belum seselai. Sebab, meski Ahok saat ini sudah divonis dua tahun penjara namun kuasa hukum Ahok masih mengajukan banding.

“Faktanya seketika setelah putusan dijatuhkan, Ahok dan Penasehat Hukumnya langsung menyatakan banding. Artinya perkara ini belum berkekuatan hukum tetap (inkracht). Yang artinya juga bahwa Ahok belum bisa di katakan  sebagai betul2 bersalah karena putusan di tingkat pertama bisa saja berubah.” Ujar Sekretaris KAI, Aprillia Supaliyanto melalui keterangan tertulisnya yang diterima Publik-News.com, Rabu (10/5/2017)

Menurutnya, . Perkara Ahok ini menjadi salah satu persoalan hukum yang sangat “fenomenal” karena menimbulkan kegaduhan. Termasuk dalam prosesnya dogeluti dengan gabungan berbagai kepentingan, khususnya kepentingan politik yang menggunakan hukum sebagai alat untuk menggapai ambisi politik kelompok2 tertentu.

“Perkara Ahok ini telah menyita energi masyarakat dan bangsa ini setidaknya dalam enam bulan terakhir.” Katanya.

Maka itu, ia berharap dalam proses hukum Ahok ini aparat penegak hukum bisa menjadikan hukum sebagai landasan untuk mengadili seseorang, bukan karena tekanan politik.

Terlebih, kasus Ahok ini akan menyita banyak perhatian ke depan, karena masih melalui proses panjang yakni banding, atau bahkan hingga tingkat kasasi. Maka diharapkan semua pihak untuk menghormati putusan yang telah di jatuhkan oleh Pengadilan

“Biarkan  Jaksa, Ahok dan Penasehat Hukumnya berjuang dengan tenang juga atas hak hak kebenaran menurut perspektif masing masing sampai sang pengadil memutuskan secara jernih.” Ujarnya.

Sebelumnya, majelis hakim menjatuhkan vonis dua tahun penjara untuk Ahok. Ahok bersama tim kuasa hukumnya menanggapi putusan ini dengan mengajukan banding. Ahok dinyatakan terbukti melakukan penodaan agama dengan mengutip Al Maidah 51 saat kunjungan kerja di Kepulauan Seribu. (Fq)

 

SHARE
Comment