Meski Jumlah Kemiskinan Meroket, ICMI Lebak Tetap Dukung Jokowi Dua Periode

Meski Jumlah Kemiskinan Meroket, ICMI Lebak Tetap Dukung Jokowi Dua Periode

SHARE

Publik-News.com – Meskipun jumlah kemiskinan bertambah, Joko Widodo (Jokowi) tetap saja didukung untuk menjadi presiden dua periode. Ikatan Cendiakawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Lebak adalah salah satu elemen yang mendukung Jokowi.

Dukungan ICMI Kabupaten Lebak kepada Jokowi juga pernah disampaikan oleh Ketua ICMI Prof Jimly Asshiddiqie. Ketua ICMI Kabupaten Lebak Usep Mujani, dikutip dari Antara, mengatakan apa yang disampaikan Jimly ditegaskan bahwa pihaknya mendukung Jokowi menjadi presiden dua periode guna melanjutkan program pembangunan infrastuktur yang dilaksanakan diberbagai daerah, termasuk Provinsi Banten.

“Kami tentu mendukung Ketua ICMI Prof Jimly Asshiddiqie yang memberikan pernyataan dukungan Jokowi menjabat presiden dua periode atau selama 10 tahun,” kata Ketua ICMI Kabupaten Lebak Usep Mujani di Rangkasbitung, Senin (11/12/2017.

ICMI tidak melihat bahwa jumlah masalah kemiskinan yang bertambah di bawah kepemimpinan Jokowi sebagai kepala pemerintahan. ICMI hanya melihat Jokowi sedang fokus melakukan pembangunan infastruktur. ICMI memberikan dukungan penuh atas kerja keras Presiden Jokowi untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan.

“Kami tentu sebagai pengurus di daerah mendukung Ketua Prof Jimly yang mengungkapkan Jokowi layak menjabat presiden dua periode,” katanya.

Dikutip dari laman resmi Badan Pusat Statistik, pada bulan Maret 2017, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 27,77 juta orang (10,64 persen), bertambah sebesar 6,90 ribu orang dibandingkan dengan kondisi September 2016 yang sebesar 27,76 juta orang (10,70 persen).

Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2016 sebesar 7,73 persen, turun menjadi 7,72 persen pada Maret 2017. Sementara, persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2016 sebesar 13,96 persen, turun menjadi 13,93 persen pada Maret 2017.

Selama periode September 2016–Maret 2017, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 188,19 ribu orang (dari 10,49 juta orang pada September 2016 menjadi 10,67 juta orang pada Maret 2017). Sementara, di daerah perdesaan turun sebanyak 181,29 ribu orang (dari 17,28 juta orang pada September 2016 menjadi 17,10 juta orang pada Maret 2017).

Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada Maret 2017 tercatat sebesar 73,31 persen. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi September 2016 yaitu sebesar 73,19 persen.

Jenis komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan maupun di perdesaan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, mie instan, gula pasir, kopi bubuk dan kopi instan (sachet), dan bawang merah. Sementara itu, untuk komoditi bukan makanan yang besar pengaruhnya adalah biaya perumahan, listrik, bensin, pendidikan, angkutan, kesehatan, dan perlengkapan mandi. ((PN)

Comment