Meski Mengelak, Jaksa KPK Tetap Akan Hadirkan Setya Novanto di Dalam Persidangan

Meski Mengelak, Jaksa KPK Tetap Akan Hadirkan Setya Novanto di Dalam Persidangan

SHARE

Publik-News.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU ) dari KPK memastikan akan memanggil nama-nama yang disebut dalam dakwaan dalam sidang tahap pembuktian. Total, ada 113 saksi yang akan dipanggil KPK, termasuk Ketua DPR, Setya Novanto

“Iya kami akan hadirkan,” ujar Tim Jaksa Irene di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (9/3/2017) ketika  menjawab pertanyaan wartawan soal nama Novanto yang dimasukkan dalam daftar saksi.

“Semua pihak yang terlibat dalam proses penganggaran bahkan sampai ke urusan Kemenkeu, kami akan panggil pihak ini. Karena menurut saya inilah kasus korupsi yang paling besar, Rp 2,3 triliun kerugiannya,” jelas dia.

Ia mengaku akan lebih memperioritaskan pemanggilan saksi terkait penganggaran e-KTP. Ia menyebut ada 10 saksi yang akan dihadirkan pekan depan, termasuk Setya Novanto

“Penganggaran itu di situ melibatkan Bappenas, Kemenkeu, tim teknis, kemudian DPR yang mengesahkan,” kata Irene.

Dalam dakwaannya itu ada nama 3 anggota DPR dan pengusaha yang  membuat rancangan pembagian uang proyek e-KTP, yakni Setya Novanto, Anas Urbaningrum, dan Muhammad Nazaruddin. Sementara nama pengusaha itu adalah Andi Agustinus alias Andi Narogong.
Berikut isi dakwaan berupa kesepakatan ketiga anggota DPR itu:

a. Sebesar 51 persen atau sejumlah Rp 2.662.000.000.000 dipergunakan untuk belanja modal atau belanja riil pembiayaan proyek
b. Sedangkan sisanya, sebesar 49 persen atau sejumlah 2.558.000.000.000, akan dibagi-bagikan kepada:
– Beberapa pejabat Kemendagri, termasuk para terdakwa, sebesar 7 persen atau sejumlah Rp 365.400.000.000
– Anggota Komisi II DPR sebesar 5 persen atau sejumlah Rp 261.000.000.000
– Setya Novanto dan Andi Narogong sebesar 11 persen atau sejumlah Rp 574.200.000.000
– Anas Urbaningrum dan Muhammad Nazaruddin sebesar 11 persen atau sejumlah Rp 574.200.000.000
– Keuntungan pelaksana pekerjaan atau rekanan sebesar 15 persen atau sejumlah Rp 783.000.000.000

Sementara itu, Setya Novanto membantah jika dirinya terlibat dalam  kasus korupsi Proyek e-KTP seperti yang disebut dalam dakwaan Jaksa KPK

“Saya demi Allah tidak pernah menerima apa pun di e-KTP. Jangan sampai kita menanggapi isu-isu, justru godaan kita, hubungan kita semakin baik,” ujar Novanto dalam sambutannya di Rakornis Korbid Kepartaian DPP Golkar di Redtop Hotel, Jalan Pecenongan, Jakarta Pusat, Kamis (9/3).

 

SHARE
Comment