Home Ekonomi Kreatif Moeldoko Ajak Badan Restorasi Gambut Ikut ASAFF 2018

Moeldoko Ajak Badan Restorasi Gambut Ikut ASAFF 2018

Publik-News.com – Langkah pemerintah membenahi lahan gambut menuai hasil positif. Kini sawah percobaan yang dibudidayakan di atas lahan gambut mulai terbentuk. Begitu juga dengan tanaman kopi, para petani sudah mulai panen dan menghasilkan biji kopi yang wangi dan khas.

Keberhasilan tersebut dilaporkan Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazir Foead M, kepada Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko, di Bina Graha, Jakarta, Rabu lalu. Nazir datang bersama Deputi III Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi, dan Kemitraan BRG, Myrna Asnawati Savitri.

Pada kesempatan itu, Moeldoko yang didampingi Staf Khusus KSP Avanti Fontana, menyambut baik hasil tersebut. Untuk lebih memperkenalkan kiprah BRG kepada masyarakat, KSP kemudian mengajak BRG berpartisipasi dalam acara Asian Agriculture dan Food Forum Himpunan Kerukunan Tani (ASAFF HKTI) 2018.

ASAFF 2018 merupakan acara yang digelar HKTI yang berupa eksibisi, bisnis forum, konferensi, festival makanan, pemberian anugerah bagi inovator muda pertanian, dan lain-lain. ASAFF 2018 diadakan di Jakarta Convention Center (JCC), pada 28 Juni hingga 1 Juli 2018 sekaligus menyambut penyelenggaraan Asian Games 2018 Jakarta dan Pelembang.

Peserta ASAFF 2018 rencananya datang dari 20 negara Asia dari 45 negara peserta Asian Games. Menurut Moeldoko kegiatan itu bertujuan untuk memperkuat politik pangan Indonesia. “Dari aspek politik diharapkan mampu memperkuat politik ketahanan pangan Indonesia,” katanya.

Maka KSP sekali lagi mengajak BRG memanfaatkan ASAFF untuk sosialisasi dan branding. “Silakan dimanfaatkan dan pamerkan produk-produk dari lahan gambut di sana,” ajak Moeldoko.

BRG Undang Presiden
Dengan misi merancang dan mengembangkan pemanfaatan gambut secara berkelanjutan, BRG bertugas mengkoordinasi dan memfasilitasi restorasi gambut di berbagai provinsi. Provinsi-provinsi tersebut adalah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Provinsi Papua.

Dalam pertemuan tersebut Nazir Foead melaporkan tentang perkembangan restorasi gambut yang tengah dijalankan. Salah satunya di hutan lindung Longrun, Jambi. Di tempat ini restorasi gambut berhasil mengangkat harkat masyarakat di sekitar hutan lahan gambut.

Sementara di Kalimantan Tengah, BRG berhasil membuat sawah percobaan. Prestasi ini tentu menggembirakan, karena seperti dikatakan Kepala BRG, harga beras di Kalimantan Tengah termasuk tinggi. Bukan hanya itu, BRG bahkan telah bisa memanen lahan kopi di lahan gambut. “Kopinya cukup enak, namun butuh cara khusus dalam mengolahnya,” jelas Foead.

Berbagai produksi komoditas tersebut menunjukkan, lahan gambut yang dikelola dengan baik bisa menjadi lahan produksi yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi.

Atas keberhasilan tersebut BRG berencana mengundang Presiden dan Kepala Staf Kepresidenan untuk melihat dan bertemu dengan petani lahan gambut di Kalimantan Tengah pada akhir April mendatang. (Hkti)

Comment