Home Politik Ms Kaban Berharap Ansor-Banser Bangun Sinergi dengan Ustadz Felix Siauw Demi NKRI

Ms Kaban Berharap Ansor-Banser Bangun Sinergi dengan Ustadz Felix Siauw Demi NKRI

Publik-News.com – Ketua Majelis Syura Dewan Pimpinan Pusat Partai Bula Bintang (DPP PBB) berharap ormas Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan pendakwah Ustadz Felix Siauw membangun sinergi untuk memperkuat dakwah dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal ini dikatakan Kaban menanggapi isu pembubaran pengajian di Masjid Manarul Gempeng, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (4/11/17) yang sedianya diisi oleh Ustadz Felix Siauw dan kemudian disebut-sebut dibubarkan oleh massa Badan Otonom (Banom) NU Bangil, seperti Ansor, Banser, IPNU, dan Pagarnusa.

“Banser punya niat baik ustadz FS juga punya niat baik alangkah indah jika kebaikan itu bersinergy utk dakwah dan NKRI,berpcah msuh tertawa,” cuit Kaban melalui akun Twitternya @hmskaban, Senin (7/11/2017).

Kepada organisasi Badan Otonom (Banom) NU, seperti Ansor dan Banser, Kaban menyarankan agar melakukan muhasabah terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan untuk melakukan pembubaran pengajian. Menurutnya, adalah tidak arif dan bijaksana jika membubarkan pengajian hanya disebabkan karena berbeda pemikiran.

“Sdrku yg tergabung di GP Ansor dan Banser perlu muhasabah apakah langkah pembubaran pengajian yg berbeda fikrah harus dibubarkan itu arif?,” cuitnya lagi.

Kaban jugu mengingatkan tentang adanya Opstib pada zaman orde baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto. Menurutnya, pada Opstib Orba tidak ada pengajian yang dibubarkan.

“Era orba ada opstib para penceramah di mesjid keras kritik Pancasila dan UUD45 pengajian gak pernah dibubarkan aparat.Cuma dai diintrogasi,” tukas Mantan Menteri Kehutanan ini.

Selain itu, Kaban juga mencuit soal Khilafah. Dia memaparkan sedikit tentang Khilafah Turki Usman. “Setelah Khilafah Turki Usman dipaksa bubar by sekutu.Sistem pling dkat Khilafah itulah sistem Republik.Presiden mandataris Rakyat.NKRI final,” cuitnya lagi.

Menurutnya, siapapun yang membicarakan tentang Khilafah tak boleh dianggap sebagai pengikut atau antek Ormas Hizbut Tahrir Indonesia ( HTI). Sebab, siapapun yang membaca dan menelaah kitab suci Al-Quran dapat dipastikan mereka membahas khilafah. Maka itu, penceramah yang membahas khilafa tak boleh dilarang, dibungkam apalagi pengajiannya dibubarkan. Sebab, khilafah tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

“Berkembang opini membicarakan khilafah seakan bertentangan dgn PAncasila dan UUD45.AYO keluarkan argument dimana pertentangan itu.?,” tutup Kaban. (RF/PN)

Comment