MS Kaban Minta Jokowi Tidak Diam Soal Penunjukan Polri Menjabat Gubenur

MS Kaban Minta Jokowi Tidak Diam Soal Penunjukan Polri Menjabat Gubenur

SHARE

Publik-News.com – Ketua Majelis Syura Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang (DPP PBB), MS Kaban meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara kepada publik terkait wacana dan usulan Mendagri Tjahjo Kumolo soal TNI-Polri sebagai pelaksana tugas Gubernur.

“PYM Pres. JKWI knpa bersikap diam trhdp” pendwifungsian” POLRI apakah ini bukan pengkhianatan reformasi.Bukankah reformasi mnghapus dwifungsi TNI/POLRI,” kata Kaban melalui akun Twittwrnya @hmskaban, Selasa (30/1/2018).

Sebagai kepala pemerintahan, Jokowi mestinya tidak diam karena usulan Mendagri Tjahjo Kumuolo tersebut menimbulkan pro dan kontra. Menurut Kaban, diamnya Jokowi bisa diartikan setuju Gubernur dijabat oleh Jenderal aktif dari TNI dan Polri.

“PYM Pres Jkwi,batalkan mem plt kan POLRI aktif sbg Gubernur diam bukan emas bisa diduga tanda setuju,jgn bawa NKRI menjadi suka2ku aku berkuasa,” cuit Kaban lagi.

Sebelumnya, Mendagri Tjahjo menyebut usulan dirinya soal Gubernur dijabat TNI-Polri sudah dikomunikasikan dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Usulan tersebut juga sudah disampaikan kepada Jokowi.

“Setelah koordinasi dan konsultasi mengusulkan kepada Presiden terkait pejabat TNI dan Polri aktif, tidak masalah, tidak dimasalahkan,” kata Tjahjo Kumolo, Jumat (27/1/2017).

Mendagri dari Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan bahwa petinggi Polri sebagai Penjabat Gubernur itu hanya di dua daerah karena rawan konflik. Kedua daerah itu adalah Jawa Barat dan Sumatera Utara. (PN).

 

Comment