MS Kaban Minta Kapolri Baca UU Biar Paham Proses Pemakzulan Presiden

MS Kaban Minta Kapolri Baca UU Biar Paham Proses Pemakzulan Presiden

SHARE

Publik-News.com – Ketua Majelis Syura Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang (DPP PBB) MS Kaban mengatakan, Kapolri Jendral Tito Karnavian harus membaca Undang-Undang secara mendalam agar paham tentang proses pemakzulan Presiden.

Pernyataan Kaban ini merupan tanggapan atas pernyataan Tito yang menyebutkan aksi unjuk rasa “Bela Islam” jilid III yang bakal berlangsung 2 Desember bukan soal Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, tapi lebih pada agenda politis yang berpotensi makar.

“Mengakaitkan aksi super damai 2 Desember 2016 dengan makar dan makzulkan president ini suudzan. Harus baca UU mendalam bahwa gak gampang dongkel President,” tulis Kaban melalui akun twitternya @hmskaban.

Menurut Kaban, apa yang disebutkan Tito tentang adanya potensi makar dari aksi unjuk rasa merupakan ketakutan Kapolri yang cukup berlebihan. Kaban mengingatkan bahwa Kapolri tidak perlu khawatir karena aksi umat Islam terkait penistaan agama Ahok ini super damai.

“Kekhawatiran Kapolri ada makar ketakutan yang berlebihan wong Parleman sudah 70% pro Presiden Jokowi. Tangkap BTP (Basuki Tjahja Purnama) apa susahnya sih kalau mau. Betul-betul aneh logika Polri aksi super damai mnuntut keadilan padahal BTP mengganggu ketertiban umum malah bebas berkeliaran,” cuitnya lagi.

Sebagai orang nomor satu di kepolisian, Kaban menambahkan, Kapolri Tito sebenarnya dapat memerintahkan anak buahnya untuk menangkap Ahok yang juga Cagub DKI tersebut. Selama ini Ahok terus berkeliaran meski sudah menyandang status tersangka dan dicekal bepergian ke luar negeri.

“Kalau Kapolri sayang dengan Presiden Jokowi, tahan Ahok, tangkap pemakar atau biarkan aksi super damai 2 desember. Reformasi 98, karena larangan gak mempan lagi,” tutup Kaban yang juga mantan Menteri Kehutanan ini. (Taufik)

Comment